Industri 4.0 Digencarkan, Apa Itu INDI 4.0?

Sosialiasi mengenai indikator penilaian penerapan teknologi industri 4.0 atau Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) terus digencarkan sebagai bagian dari tahap implementasi Making Indonesia 4.0. Apa arti Indonesia Industry 4.0?
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  19:00 WIB
Industri 4.0 Digencarkan, Apa Itu INDI 4.0?
INDI 4.0 akan diluncurkan di acara Indonesia Industrial Summit 2019 pada 4-6 April 2019. - KEMENPERIN

Bisnis.com, JAKARTA - Sosialiasi mengenai indikator penilaian penerapan teknologi industri 4.0 atau Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) terus digencarkan sebagai bagian dari tahap implementasi Making Indonesia 4.0.

Apa arti INDI 4.0?

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara mengatakan bahwa peta jalan Making Indonesia 4.0 menunjukkan kesiapan memasuki era industri 4.0.

"Artinya, Indonesia sudah punya strategi dan arah yang jelas dalam merevitalisasi manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global,” kata Ngakan pada Workshop Self Assessment dengan Tools INDI 4.0 di Jakarta, Selasa (19/2/219).

Kemenperin menyelenggarakan lokakarya tersebut, dengan mengundang 112 perusahaan industri yang mewakili lima sektor manufaktur yang sedang mendapat prioritas pengembangan industri 4.0. Kelima sektor itu adalah industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, sertaelektronika.

Dia menjelaskan bahwa INDI 4.0 merupakan sebuah indeks acuan yang digunakan oleh industri dan pemerintah untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan menuju industri 4.0.

Bagi industri, INDI 4.0 mempunyai banyak fungsi, di antaranya sebagai acuan untuk menentukan posisi perusahaanyang kaitannya dengan industri 4.0 sehingga dapat menentukan strategi perusahaan ke depan.

Ngakan menambahkan, sejumlah negara juga sudah memiliki sistem pengukuran implementasi industri 4.0, seperti Industrie 4.0 Readiness dari VDMA Jerman dan The Singapore Smart Industry Readiness Index.

“Yang membedakan INDI 4.0 dengan indeks tersebut, adalah adanya penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi industri di Indonesia,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan pers Kemenperin.

Dalam INDI 4.0 ada lima pilar yang diukur, yaitu manajemen dan organisasi, orang dan budaya, produk dan layanan, teknologi, dan operasi pabrik. Kemudian dari kelima pilar, dibagi lagi menjadi 17 bidang.

Mengenai metode assesmen Indi 4.0, Ngakan menyebutkan, dilakukan melalui survei secara daring yang diisi oleh pihak industri dengan dilanjutkan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh para ahli yang kemudian dinilai dari level 0 sampai level 4.

Level 0 artinya industri “belum siap” bertransformasi ke industri 4.0, kemudian level 1: industri masih pada tahap “kesiapan awal”, level 2: industri pada tahap “kesiapan sedang”, level 3: industri sudah pada tahap “kesiapan matang” bertransformasi ke industri 4.0, dan level 4: industri “sudah menerapkan” sebagian besar konsep industri 4.0 di sistem produksinya.

Ngakan juga menyampaikan, jelang satu tahun implementasi Making Indonesia 4.0 yang diluncurkan pada 4 April 2018, Kemenperin telah melakukan banyak hal untuk menunjang penerapan peta jalan tersebut seperti penetapan Lighthouse untuk industri elektronik, pelatihan konsultan Industri 4.0, perumusan Indi 4.0, penilaian kesiapan industri, perumusan insentif pajak dan sebagainya.

Pada tahun ini, selain meluncurkan INDI 4.0 dalam rangkaian acara Indonesia Industrial Summit 2019 yang menurut rencana akan diselenggarakan pada 4-6 April 2019, Kemenperin juga berencana memberikan penghargaan bertajuk “Award 4.0”sebagai apresiasi kepada pelaku industri yang telah melakukan langkah-langkah transformasi ke era industri 4.0.

“Pemberian Award 4.0 didasarkan pada hasil pencapaian penilaian Indi 4.0 4.0 yang dimiliki perusahaan,” kata Ngakan. Kemenperin berharap, melalui Award 4.0 ini dapat melahirkan industri dan pimpinan industri yang mengimplementasikan industri 4.0 sehingga tercipta peluang baru, peningkatan keamanan dan kinerja pegawai, efektivitas dan efisiensi produksi, untuk Indonesia menjadi negara industri yang berdaya saing global dan mampu memperkuat perekonomian dan menyejahterakan rakyatnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Revolusi Industri 4.0

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top