Begini Tanggapan Pemilik Tol Akses Patimban Bila Toyota Bergabung, Saham Siapa yang Tergerus?

Konsorsium pemrakarsa jalan tol akses Patimban melansir peluang pendanaan proyek dari Japan International Cooperation Agency. Syaratnya Toyota Shuzo Corporation, harus masuk menjadi anggota konsorsium.
Rivki Maulana | 12 Januari 2019 08:00 WIB
Ilustrasi: Trase jalan tol dan jalan akses ke Pelabuhan Patimban. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA — Konsorsium pemrakarsa jalan tol akses Patimban melansir peluang pendanaan proyek dari Japan International Cooperation Agency.

Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk. Johannes Suriadjaja mengatakan bahwa pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) bakal mengucur jika Toyota Shuzo Corporation bergabung di konsorsium.

Surya Internusa merupakan anggota konsorsium dengan porsi saham 25%. Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menjadi pemimpin  dengan porsi 55%, sedangkan sisanya dimiliki oleh PT Jasa Sarana dan PT Daya Mulia Turangga masing-masing 10%.

"Mereka enggak masalah kalau Toyota mau masuk dan kalau JICA dapat membiayai proyek tersebut," jelas Johannes kepada Bisnis.com, Kamis (9/1/2019).

Dia menambahkan bahwa partisipasi Toyota di konsorsium bakal menggerus porsi saham semua anggota konsorsium.

Kendati demikian, hingga saat porsi saham yang dikurangi untuk setiap anggota belum ditentukan karena pembahasan masih terus bergulir.

Direktur Pengembangan PT Jasa Marga Tbk. Adrian Priohutomo mengatakan bahwa perseroan berkeinginan untuk tetap menjadi pemimpin konsorsium dengan porsi mayoritas.

Menurutnya, pendanaan dari Jepang dalam bentuk fasilitas private sector investment finance akan memperkuat pendanaan proyek karena memenuhi porsi 70% dari nilai investasi. Jalan tol akses Patimban bakal menelan biaya hingga Rp6,36 triliun. Dengan kata lain, JICA berpotensi untuk memenuhi kebutuhan investasi sebesar Rp4,45 triliun.

Jalan tol akses Patimban bakal terhubung langsung dengan jalan tol Cikopo—Palimanan atau Cipali. Jalan tol akses Patimban sepanjang 37,70 kilometer ini akan menjadi akses utama ke Pelabuhan Patimban, pelabuhan yang juga didanai oleh JICA. Pembangunan tahap pertama Pelabuhan Patimban ditargetkan rampung pada Desember 2019.

Hingga saat ini, proyek jalan tol akses Patimban tengah dalam persiapan lelang. Konsorsium sebelumnya telah memperoleh izin prakarsa atau rencana pembangunan jalan tol ini. Persetujuan tertuang dalam SK Menteri PUPR No.JL.03.04-Mn/1214 tangga 2 November 2017.

Kendati sudah mengantongi izin prakarsa, konsorsium tetap diharuskan mengikuti lelang. Namun, sebagai pemrakarsa, konsorsium mendapatkan keistimewaan, salah satunya right to match atau hak menyamakan penawaran.

Tag : jalan tol, toyota, pelabuhan patimban
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top