Nilai Proyek Hulu Migas Onstream Tembus US$300 Juta

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan enam proyek hulu migas yang onstream pada 2019 dengan kapasitas produksi sebanyak 15.000 barel per hari dan 105 juta kaki kubik per hari (MMscfd) tercatat dibangun dengan investasi senilai US$300 juta.
David Eka Issetiabudi | 14 Desember 2018 23:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan enam proyek hulu migas yang onstream pada 2019 dengan kapasitas produksi sebanyak 15.000 barel per hari dan 105 juta kaki kubik per hari (MMscfd) tercatat dibangun dengan investasi senilai US$300 juta.

Wisnu Prabawa Taher, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, mengatakan proyek hulu migas tersebut terletak tiga di Sumatra, dua di Pulau Jawa dan satu di Kalimantan. “Berdasarkan operator empat dimiliki oleh PT Pertamina dan dua oleh MedcoEnergi,” katanya, Jumat (14/12/2018).

Untuk wilayah Sumatra, ada PHM optimasi LP Flare SKG Musi Timur PT Pertamina EP, dengan investasi EPC senilai US$11,3 juta berkapasitas produksi sebesar 15 mmscfpd. Wisnu menyebutkan estimasi produksi puncak sebesar 15 mmscfpd sudah onstream pada maret 2018.

Dua proyek lain yang sudah onstream dikelola oleh MedcoEnergi, yakni Blok A Field Development PT. Medco Blok A serta Optimasi Fasilitas Produksi Lapangan Lica PT. Medco EP Indonesia. Untuk Blok A, investasi EPC tercatat senilai US$253,7 juta dengan kapasitas fasilitas produksi sebesar 3.100 bph dan 55 mmscfpd.

“Proyek ini estimasi produksi puncak sebesar 3100 bopd dan 55 mmscfpd full scale gas di November 2018,” katanya.

Optimasi fasilitas produksi lapangan Lica setidaknya membutuhkan investasi EPC senilai US$8.5 juta dengan kapasitas fasilitas produksi sebesar 4.000 bopd. Estimasi produksi puncak sebesar 3.700 bph dengan estimasi onstream pada Desember 2018, saat ini status pekerjaan mencapai 94%.

Selain itu, Wisnu mengatakan proyek hulu migas di Pulau Jawa terjadi pada Lapangan SP  PT Pertamina Hulu Energi ONWJ, dengan investasi EPC senilai US$50,7 juta. Kapasitas fasilitas produksinya sebesar 30 mmscfpd dengan estimasi produksi puncak gas sebesar 30 mmscfpd.

“Proyek ini sudah onstream pada Oktober 2018,” tambahnya.

Dia menambahkan pembangunan Subsea Pipeline Lapangan Poleng PT. Pertamina EP, telah terealisasi dengan investasi EPC senilai US$16,1 juta. Proyek ini berkapasitas fasilitas produksi sebesar 700 bph dengan estimasi produksi puncak sebesar 700 pbh dan sudah onstream pada 13 September lalu.

Terakhir, proyek hulu migas di Kalimantan yakni Gathering Station Nibung pengganti EPF Lapangan Bunyu PT. Pertamina EP.

“Investasi EPC senilai US$7,2 juta dengna kapasitas fasilitas produksi sebesar 7.750 bph dan 5 mmscfpd dengan estimasi produksi puncak sebesar 7.750 bph dan 5 mmscfpd, sudah onstream November 2018,” tambahnya.

Tag : migas, skk migas
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top