Pemerintah Pacu Tenaga Navigasi untuk Tangani ATC Bandara Baru

Kementerian Perhubungan berupaya mencetak tenaga kerja bidang penerbangan khususnya navigasi untuk memenuhi kebutuhan layanan penerbangan yang semakin meningkat terutama di kawasan timur Indonesia.
Peni Widarti | 08 November 2018 17:04 WIB
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Umiyatun Hayati Triastuti (kanan) dan Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto (kiri) saat melakukan MoU peningkatan SDM bidang penerbangan di Poltekbang Surabaya, Kamis (8/11/2018). - Bisnis/Peni Widarti

 Bisnis.com, SURABAYA - Kementerian Perhubungan berupaya mencetak tenaga kerja bidang penerbangan khususnya navigasi untuk memenuhi kebutuhan layanan penerbangan di fasilitas ATC (air traffic control) yang semakin meningkat terutama di kawasan timur Indonesia.

Umiyatun Hayati Triastuti, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya  Manusia Perhubungan (BPSDMP), menjelaskan  pemerintah tahun ini dan tahun depan akan fokus mengembangkan SDM yang berkualitas melalui pendidikan berbasis vokasi yang bersifat teknis.

"Program SDM terutama yang berbasis keterampilan siap pakai ini kan penting sekali, dan dalam pemerintahan pak Jokowi tidak hanya infrastruktur dan fisik saja yang dibangun tapi juga SDM," katanya seusai penandatanganan MoU dengan AirNav Indonesia, Kamis (8/11/2018).

Bahkan, lanjut Hayati, tahun depan pemerintah masih akan terus membangun bandara baru setidaknya ada 15 bandara, dan melakukan revitalisasi serta rehabilitasi terhadap 50 bandara, yang artinya kebutuhan SDM pun semakin meningkat.

Dia menjelaskan untuk mencetak SDM yang kompeten di bidang navigasi ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah sehingga butuh dukungan dari berbagai pihak, salah satunya Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau yang dikenal dengan AirNav Indonesia dengan menyiapkan beasiswa pendidikan penerbangan sebesar Rp7,7 miliar tahun ini.

"Bantuan pendidikan melalui APBN dari Kemenhub mungkin sangat terbatas, jadi Airnav ini punya insiatif untuk jemput bola karena mereka yang memetakan apa saja kebutuhan SDM untuk 250 bandara kita," jelasnya.

Melalui MoU dengan Airnav Indonesia, Kemenhub menyanggupi untuk mendukung program pendidikan penerbangan dengan mengoptimalkan peralatan, sarana dan prasarana milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub agar dapat dimanfaatkan dalam praktik lapangan peserta didik. "UPT akan memberikan kontribusi karena pendidikan ini tidak hanya teori. Rata-rata teori di kelas diberikan hanya 30%, sekitar 60% - 70% on the job training di lapangan bersama Airnav maupun bandara," jelasnya. 

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan saat ini di Indonesia membutuhkan sekitar 2.000 tenaga pemandu lalu lintas udara atau Air Traffic Controller (ATC).

Setiap tower ATC untuk bandara seperti Cengkareng dibutuhkan sekitar 400 orang pekerja, dan butuh 20 orang untuk bandara skala kecil di Wamena Papua.

"Nah untuk merekrut tenaga ATC ini tidak gampang dan harus selektif karena tingkat pekerjaannya stress tinggi, apalagi di daerah yang padat trafficnya menjadi tantangan. Selain itu juga, ATC harus punya standar internasional Annex 1 International Civil Aviation Organization (ICAO)," jelasnya.

Tag : bandara, navigasi udara
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top