Pengangkatan Badan Pesawat Gunakan Crane Milik Kementerian ESDM

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah meminta izin Kementerian Energi Sumber Daya Mineral untuk meminjam crane buck untuk proses pengangkatan badan pesawat ke permukaan.
Muhammad Ridwan | 31 Oktober 2018 23:35 WIB
Petugas memindahkan jenazah korban penumpang pesawat Lion Air JT 610, di RS Polri, Jakarta Timur, Senin (29/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Tim operasi gabungan pencarian dan pertolongan korban telah menemukan lokasi serpihan-serpihan pesawat Lion Air JT610.

Kuat dugaan, badan pesawat berada di sekitar lokasi penemuan serpihan tersebut. Tim operasi gabungan Basarnas, TNI, Polri dan Kementerian/Lembaga lainnya bersiap untuk proses pengangkatan bangkai pesawat.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah meminta izin Kementerian Energi Sumber Daya Mineral untuk meminjam crane buck untuk proses pengangkatan badan pesawat ke permukaan.

“Saya sudah meminta izin dari Menteri ESDM supaya kita bisa mendapatkan crane buck untuk angkat body pesawat,” ujarnya di Jakarta International Container Terminal, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Hadi menjelaskan, crane tersebut memiliki kekuatan mengangkat beban seberat 80 sampai dengan 100 ton.

Setelah didapatkan suara dari ping locater, pencarian akan difokuskan di titik tersebut. Adapun lokasinya sekitar 400 meter barat laut dari koordinat terakhir pesawat Lion Air JT610 melakukan kontak dengan menara pengawas .

“Mudah-mudahan korban bisa kita angkat setelah kita menemukan badan pesawat tersebut,” harapnya.

Tag : lion air jatuh
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top