Harga BBM Seri Pertamax Naik, Potensi Migrasi ke Premium Relatif Kecil

Penyesuaian harga bahan bakar minyak jenis Pertamax, Pertamax Turbo dan Perta Dex diprediksi tidak akan berdampak besar terhadap migrasi ke BBM jenis Premium dan Pertalite.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 10 Oktober 2018 21:41 WIB
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Penyesuaian harga bahan bakar minyak jenis Pertamax, Pertamax Turbo dan Perta Dex  diprediksi tidak akan berdampak besar terhadap migrasi ke BBM jenis Premium dan Pertalite.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyebutkan bahwa kecil potensinya para pengguna BBM akan melakukan perpindahan dari BBM berkualitas ke Premium dan Pertalite.

“Sesuai hukum permintaan dan penawaran. Ada kemungkinan pergeseran ke BBM yang harganya lebih murah, tetapi shifting itu potensinya kecil karena perbedaan daya beli konsumen ditiap jenis BBM,” kata Bhima kepada Bisnis, Rabu (10/10).

Menurutnya, wajar jika Pertamina melakukan penyesuaian harga untuk BBM non subsidi mengingat harga minyak yang terus naik dan nilai tukar rupiah yang melemah.

“Ini juga bentuk untuk menekan defisit migas yang sekarang sudah tembus US$8,3 miliar. Alasan lain berkaitan dengan casfhflow pertamina yang tertekan jika harga bbm tidak disesuaikan,tapi harus diwaspadai dampaknya ke inflasi dan daya beli masyarakat. Konsumsi juga bisa melambat.”

Menurutnya dengan adanya penyesuaian harga ini masyarakat akan mengeluarkan lebih banyak cost untuk bbm kemudian mengurangi belanja kebutuhan yang lain.

“Ritel bisa kena imbas besar. Secara politik penyesuaian harga yang tinggi mendekati pemilu akan muncul kegaduhan. Itu membuat investor akan pikir pikir lagi masuk ke Indonesia.”

Dalam hal ini, perkembangan indeks harga konsumen pada Oktober diprediksi akan mengalami inflasi setelah sebelumnya pada September kemarin mengalami deflasi.

Ini karena penyesuaian harga BBM akan akan mendorong kenaikan biaya logistik yang ujungnya menaikan harga bahan makanan, makanan jadi, dan komponen inflasi lainnya.

“November desember inflasi lebih tinggi lagi menyusul BBM non subsidi lainnya akan dinaikan harganya cepat atau lambat.”

Untuk diketahui, PT. Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM di SPBU untuk jenis Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO mulai hari ini dan berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB. Sedangkan harga BBM Premium, Biosolar PSO dan Pertalite tidak naik.

Kendati, Pertamina memberikan pengecualian dengan tidak menaikkan harga Pertamax Series dan Dex Series serta Biosolar Non PSO bagi daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

Berdasarkan keterangan resmi pada Rabu (10/10), penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik dimana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus US$80 per barel.

Penetapan penyesuaian harga itu juga mengacu pada Permen ESDM No. 34/2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39/2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Tag : Harga BBM
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top