TransNusa Siap Datangkan 8 Unit ATR 72-600

PT TransNusa Aviation Mandiri berencana melakukan peremajaan pesawat dengan mendatangkan sebanyak delapan unit pesawat jenis ATR 72-600 hingga pertengahan 2019.
Rio Sandy Pradana | 07 Oktober 2018 15:53 WIB
Pesawat ATR milik Trans Nusa. - transnusa.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT TransNusa Aviation Mandiri berencana melakukan peremajaan pesawat dengan mendatangkan sebanyak delapan unit pesawat jenis ATR 72-600 hingga pertengahan 2019.
 
Managing Director TransNusa Bayu Sutanto mengatakan pengiriman delapan unit pesawat tersebut akan dilakukan dalam dua tahap. Peremajaan ini dilakukan untuk mengganti pesawat Fokker 50 yang sekarang sudah tidak diproduksi lagi.

Sejak 2014, maskapai tersebut telah melakukan peremajaan armada Fokker dan menggantinya dengan pesawat jenis ATR.
 
"Sampai Desember 2018 akan datang empat unit dan sisanya akan dikirim hingga Juni 2019," ujarnya, Minggu (7/10/2018).
 
Bayu mengaku sudah menjalin kontrak sewa dengan Nordic Aviation Capital untuk empat unit dan sisanya dengan perusahaan lessor lain. Kendati demikian, pihaknya enggan menyebutkan total investasi yang dibutuhkan untuk mendatangkan pesawat-pesawat ini.
 
Adapun sumber dana peremajaan sebagian berasal dari hasil penjualan Fokker 50 dan suntikan modal pemegang saham. Total pesawat Fokker 50 yang sudah terjual mencapai 5 unit, yakni 2 unit pada 2016 dan 2017, serta 1 unit pada tahun ini.
 
Dari lima unit tersebut, 3 unit telah beroperasi di Kenya dan 2 unit di Filipina. Seluruh unit Fokker 50 yang dijual diklaim dalam kondisi laik terbang.
 
Hingga saat ini, jumlah pesawat yang dimiliki oleh TransNusa terdiri atas 4 unit ATR 72-600, 1 unit ATR 42-500, 1 unit Fokker 70 (dalam proses penjualan), dan 2 unit British Aerospace (BAe) 146.
 
Sebelumnya, maskapai yang melayani penerbangan wilayah Indonesia Timur terutama di Nusa Tenggara dan Bali tersebut berhasil menjual dua unit pesawat Fokker 50 kepada Leading Edge Air Services Corp (Leascor), anak perusahaan Aviation Cadet Development Inc (ACDI) asal Filipina.
 
"Penjualan pesawat Fokker kepada Leascor sudah dilakukan dua kali, penjualan pesawat yang pertama pada Desember 2017. Kami ingin melakukan peremajaan pesawat secara bertahap," tutur Bayu.
 
Dia mengklaim Leascor sangat puas terhadap pembelian pesawat Fokker 50 tersebut. TransNusa disebut telah memberikan pelayanan yang maksimal kepada pihak pembeli.
 
Hal itu dibuktikan dengan rekam jejak perawatan dan suku cadang yang dilakukan dengan baik, sehingga mendapatkan sertifikasi kelaikudaraan (Certificate of Airworthiness) dengan cepat.
 
Sertifikat tersebut diterbitkan oleh otoritas penerbangan sipil Filipina yaitu Civil Avaition Authority of Philiphines (CAAP) yang melakukan inspeksi pesawat agar segera bisa dioperasikan.
 
Sejak 2011, Trans Nusa telah mengoperasikan pesawat udara Fokker 50 yang merupakan pesawat yang andal dan memiliki biaya operasi yang efisien.

Tag : maskapai penerbangan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top