Indonesia Ternyata Memiliki 284 Menara Suar

Indonesia memiliki 284 unit menara suar yang tersebar di seluruh Tanah Air, termasuk di lokasi terpencil dan daerah perbatasan.
Sri Mas Sari | 23 September 2018 20:45 WIB
Mercusuar peninggalan Belanda di Pulau Lengkuas - Indonesia Travel

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia memiliki 284 unit menara suar yang tersebar di seluruh Tanah Air, termasuk di lokasi terpencil dan daerah perbatasan.

Kementerian Perhubungan mencatat menara-menara itu dijaga oleh 491 petugas yang terdiri atas teknisi dan operator menara suar. 

Sebagai bentuk terima kasih atas sumbangsih penjaga menara suar dalam mengawal keselamatan pelayaran, pemerintah memperingati Hari Menara Suar setiap 22 September sejak 2015. Sejumlah negara lain, seperti Jepang dan Australia, juga turut merayakan. 

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Agus H. Purnomo mengatakan menara suar merupakan salah satu sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) yang berperan penting mendukung keselamatan pelayaran.

“Peringatan Hari Menara Suar ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat untuk menyosialisasikan keberadaan dan manfaat SBNP, meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, mitra kerja, dan instansi terkait, serta memberi apresiasi semangat petugas menara suar,” ujar Agus dalam siaran pers, Minggu (23/9/2018).

Menurut catatan Kemenhub, menara suar pertama di Indonesia dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda pada abad ke-19 untuk keperluan navigasi kapal-kapal Belanda yang saat itu banyak keluar-masuk Indonesia.

Menara suar Pulau Breueh (Pulau Beras) di Utara Pulau Weh Aceh merupakan tengara pertama bagi kapal yang memasuki Indonesia dari utara Selat Malaka. Pada perkembangannya, berdiri sejumlah menara suar lain di sepanjang jalur pelayaran Hindia Belanda.

Untuk menjamin fungsi menara suar, Ditjen Hubla menugaskan penjaga dan teknisi yang ditunjang armada kapal negara kenavigasian, Kapal tersebut melayani kegiatan pemeliharaan SBNP dan gilir tugas serta pengiriman kebutuhan operasional dan logistik petugas hingga ke pulau-pulau terpencil dan terluar yang sulit dijangkau.

Sementara itu, Direktur Kenavigasian Sugeng Wibowo menambahkan kerja petugas menara suar patut diapresiasi karena mereka kerap bertugas di tempat yang jauh dari lingkungan sosial dan keluarga dalam waktu yang lama. Ada kalanya mereka tidak dapat pulang ke rumah saat peristiwa penting, seperti hari raya dan kelahiran anak.

”Mereka tidak kenal menyerah dan lelah menjaga cahaya menara suar tetap terang dan menerangi para pelaut, sehingga mereka layak dijuluki sebagai ‘pahlawan di tengah lautan’,” ujar Sugeng.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top