Hanya Milenial Bergaji di Atas Rp15 Juta Bisa Pakai Desain Interior

Milenial dengan gaji di atas Rp15 juta berpeluang bisa merancang rumah dengan material desain interior yang unik.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 23 September 2018 17:40 WIB
Karya Iwan Sastrawiguna, ISID Inc. - iwansastrawiguna.com

Bisnis.com, JAKARTA – Milenial dengan gaji di atas Rp15 juta berpeluang bisa merancang rumah dengan material desain interior yang unik.

Director TACO Interior Products, Robert Tanoyo mengatakan, perusahaan yang menyediakan material pelapis High Pressure Laminates (HPL) ini mengatakan  produk andalan HPL ini memberi pengerjaan yang cepat dan efektif dalam hal biaya. Alhasil produk HPL ini yang paling banyak dipilih oleh millennials untuk rumah tinggal dan kafe.

“Negara kita ini angka usia menengah sangat tinggi, jadi kita membidik target pasar itu. Mereka yang hobi travelling, melihat barang di luar negeri, mereka menggunakan HPL, modern, yang Skandinavian look,” kata Robert di Senayan City, Jumat (21/9/2018).

Robert mengklaim produk HPL ini cukup terjangkau karena sebenarnya digunakan oleh banyak korporasi maupun pengembang untuk pembangunan residensial. Misalnya; membangun apartemen. Beberapa contoh klien TACO kata Robert antara lain; Ciputra Group, Lippo Group, dan Mayapada Group.

Menurut Robert, untuk milenial yang tergolong pekerja white collar tidak ada masalah dalam memilih produk yang menggunakan HPL. misalnya apartemen dengan harga sekitar Rp400 juta. Per tahunnya, TACO Interior Products bisa memproduksi sekitar 300 lembar HPL per bulan. Total keseluruhan dalam satu tahun bisa sekitar 3,6 juta sampai 4 juta lembar.

“Memang kalau gaji UMR agak sulit, mungkin yang Rp15 juta ke atas. Karena bisa juga millennials menyesuaikan dengan kantong memakai produk lain seperti PVC,” ujar Robert.

Ada pun harga per lembar produk HPL dari TACO berkisar Rp80.000 sampai Rp90.000, tetapi di sisi lain ada yang juga sampai Rp1 juta-Rp2 juta per meter persegi. Dengan berupaya membidik millennials, Robert mengharapkan agar penjualan HPL tahun ini bisa mencapai 4 juta lembar.

“Kami harapkan, pengembangan ekonomi, permintaan ekspor yang ada bisa untuk investasi kesana juga,” tuturnya.

Robert menyebut ada beberapa komponen material HPL adalah barang-barang impor. Dia pun tak menampik instabilitas rupiah atas dollar Amerika bisa mempengaruhi penjualan HPL. Padahal, dia merencanakan bisa memulai ekspor HPL buatan TACO ke negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand tahun depan.

Adapun target produksi dan penjualan perusahaan tahun ini mencapai 4 juta lembar HPL. Sampai dengan September 2018, realisasi perusahaan sudah sekitar 70%.

Sementara itu, para pelaku desain interior juga mengaku selain mahalnya biaya material interior, beban biaya jasa dalam merancang konsep hunian sangat relatif untuk dibuat murah. Pasalnya, untuk memiliki hunian dengan elegan, penghuni dan pengembang membutuhkan jasa desainer interior dengan tarif jasa Rp100.000 per meter persegi sampai Rp1 juta per meter persegi.

Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Lea Aziz mengatakan sebenarnya tarif jasa desainer interior tergantung dengan pengalaman kerja. Biaya jasa itu tergantung dalam jam terbang kerja, profesional atau belum profesional. Dia berpendapat, desain interior tidak bisa dibilang mahal karena para desainer bertugas membuat konsep. Hal ini menjadi alasan mengapa rumah yang memakai jasa interior terlihat lebih bagus.

"Padahal kita membuat konsep tidak pernah lari. Kita minimize orang mau macam-macam menjadi baik dan sesuai dengan si pemilik rumah," lanjut Lea.

Tag : Desain Interior
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top