NAFTA Terancam Gagal, Meksiko Siap Jalin Kerja Sama Dagang Bilateral dengan Kanada

Meksiko akan menjalin kerja sama dagang bilateral dengan Kanada jika pembicaraan perjanjian dagang Amerika Utara gagal.
Annisa Margrit | 22 September 2018 10:40 WIB
Presiden Meksiko terpilih Andres Manuel Lopez Obrador memberikan keterangan resmi di Mexico City, Jumat (31/8). - Reuters/Edgard Garrido

Bisnis.com, JAKARTA -- Meksiko akan menjalin kerja sama dagang bilateral dengan Kanada jika pembicaraan perjanjian dagang Amerika Utara gagal.
 
Andres Manuel Lopez Obrador, presiden terpilih Meksiko, menyatakan jika pembahasan North American Free Trade Agreement (NAFTA) tidak berhasil dilanjutkan maka negaranya akan berupaya menjalin kesepakatan dagang bilateral dengan Kanada dan AS.
 
Lopez Obrador terpilih dalam Pilpres Meksiko 2018 dan akan disumpah menjadi presiden pada Desember 2018.
 
"Tentu kami ingin Pemerintah AS dan Pemerintah Kanada menyepakati perjanjian yang sama sehingga kesepakatan dagang itu bisa mencakup tiga negara, seperti sebelumnya," tuturnya seperti dilansir Reuters, Sabtu (22/9/2018).
 
Namun, lanjut Lopez Obrador, jika AS dan Kanada tidak berhasil mencapai kesepakatan maka Meksiko akan mengejar perjanjian bilateral dengan Kanada.
 
Nilai perdagangan antara ketiga negara tersebut mencapai US$1,2 triliun per tahun. Angka tersebut menunjukkan pentingnya hubungan dagang antara Kanada, AS, dan Meksiko.
 
Namun, kelanjutan NAFTA mulai dipertanyakan karena Kanada dan AS masih belum juga sepakat atas poin-poin perubahan di perjanjian itu. Kanada bahkan sempat menarik diri dari pembahasan NAFTA, yang pertama kali diberlakukan pada 1994, selama beberapa waktu.
 
Sementara itu, Meksiko dan AS telah mencapai kesepakatan pada akhir Agustus 2018. Adapun AS telah menetapkan 1 Oktober 2018 sebagai deadline untuk menyampaikan isi perjanjian itu ke publik. 
 
Secara terpisah, penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengklaim pembicaraan dengan Kanada belum menunjukkan kemajuan berarti.
 
"Kami masih berbicara dengan Kanada dan kami semakin dekat dengan deadline di mana terbuka kemungkinan bagi AS untuk terus maju dan hanya melanjutkan perjanjian ini dengan Meksiko," terangnya. 
 
Menteri Luar Negeri Kanada Chystia Freeland meninggalkan AS pada Kamis (20/9) setelah melakukan pembicaraan selama dua hari dengan Kepala Perwakilan Perdagangan AS (US Trade Representative/USTR) Robert Lighthizer.
 
Juru bicara Freeland menegaskan Kanada tidak akan didesak oleh deadline tapi oleh kesepakatan yang saling menguntungkan. 
 
Beberapa poin yang menjadi hambatan dalam kemajuan pembicaraan antara Kanada dan AS adalah akses AS ke pasar produk susu Kanada, panel penyelesaian sengketa dagang, dan permintaan Negeri Paman Sam untuk menerapkan tarif kendaraan bermotor di negara mitra dagangnya.

Sumber : Reuters

Tag : kerja sama perdagangan, nafta
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top