Big Data Bantu Permudah Prediksi Properti

Teknologi properti asal Malaysia, Property Pricetag, memanfaatkan big data untuk memudahkan memahami kondisi dan memprediksi properti, salah satunya akan bermanfaat untuk program satu juta rumah oleh pemerintah.
Finna U. Ulfah | 17 September 2018 19:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Teknologi properti asal Malaysia, Property Pricetag, memanfaatkan big data untuk memudahkan memahami kondisi dan memprediksi properti, salah satunya akan bermanfaat untuk program satu juta rumah oleh pemerintah.

CEO Property Pricetag Cha Ly Koh mengatakan dengan menggunakan big data mampu memudahkan stakeholder perumahan untuk mengidentifikasi secara spesifik pasokan dan permintaan setiap daerah.

"Secara fundamental semua stakeholder membutuhkan kelengkapan data yang dapat menunjukan ketersediaan rumah terkini dalam bentuk chart dan grafik sehingga bisa memprediksi apa yang akan datang di 5 tahun ke depan," ujar Cha saat diskusi bertema "Workshop Disruptive Technology for Affordable Housing" di Jakarta, Senin (17/9/2018).

Cha mengatakan mengumpulkan data dari semua stakeholders mulai dari tingkat pemerintahan daerah, pemerintah pusat, perbankan, hingga perusahaan swasta yang kemudian diolah dengan menggunakan program artificial intellegence (AI) yang dibuatnya untuk menerjemahkan data-data tersebut untuk menunjukkan pasokan perumahan yang lebih detail.

Selain itu untuk menentukan permintaan, ia mengaku mengumpulkan data dari hasil transaksi, kredit perumahan, sensus nasional dan beberapa survey yang dilakukan oleh timnya.

"Di Malaysia, saya mengumpulkan data dari empat hingga lima kementerian terkait sehingga menghasilkan data yang valid dan dengan Big data, kita idak perlu lagi membutuhkan banyak tenaga dan uang untuk mengumpulkan semua data tersebut," kata dia.

Bahkan, dengan metode big data yang digunakan Cha, ia dapat mengidentifikasi daerah yang akan menjadi daerah potensial hanya dengan melihat seberapa banyak milenial yang mengunggah postingan keberadaannya di coffee shop.

Menurutnya, semakin banyak pembangunan kedai kopi tempat milenial berkumpul akan berpotensi menjadi daerah propert yang prime.

Kemudian, ia mencontohkan seperti di Malaysia, proyek yang berjalan semua terpusat di Johor dan Kuala Lumpur, sehingga bisa diambil kesimpulan pada lima tahun kedepan daerah tersebut akan mengalami pasokan yang berlebih yang bisa mengakibatkan menurunnya tingkat permintaan.

Dengan Big Data dapat digunakan untuk menentukan daerah yang membutuhkan pasokan rumah terbesar sehingga pembangunan dapat dilakukan secara merata dan mengidentifikasi daerah dengan pasokan berlebih dan daerah dibawah persediaan.

Sejalan dengan program pemerintah, yaitu sejuta rumah. Big data dapat digunakan sekaligus untuk meratakan pembangunan.

Dengan berkaca kepada yang dikembangkan oleh Cha, Indonesia memiliki potensi untuk menilik perkembangan properti lebih tepat karena sesuai dengan data-data yang disatukan atau dengan Big data.

Tag : big data
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top