Lelang Angkutan Penumpang Kereta Trans Sulawesi Siap Dibuka

Kementerian Perhubungan berencana membuka lelang penyelenggaraan angkutan penumpang di jalur kereta Trans Sulawesi lewat skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Rivki Maulana | 16 Juli 2018 16:55 WIB
Pekerja melintasi bantalan jalur kereta Trans Sulawesi di Pekkae, Barru, Sulawesi Selatan. - Antara/Sahrul Manda Tikupadang

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan berencana membuka lelang penyelenggaraan angkutan penumpang di jalur kereta Trans Sulawesi lewat skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Lelang dibuka menyusul penentuan pemenang tender konstruksi jalur kereta api sepanjang 13,9 km yang menjadi porsi badan usaha.

Direktur Lalu Lintas & Angkutan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Zulmafendi mengatakan lelang operator angkutan penumpang akan digelar pada Agustus 2018.

Dia menyebutkan di jalur kereta Makassar - Parepare, badan usaha akan mendapat konsesi penyelenggaraan angkutan perintis selama 15 tahun.

"Insya Allah ini menguntungkan karena pelayanannya yang kami tenderkan. Tidak perlu ragu apakah penumpangnya sedikit, tidak masalah karena biayanya dari pemerintah," ujarnya pada Forum Investment Opportunity Through PPP in Indonesia di Jakarta pada Senin (16/7/2018).

Dia menambahkan Kemenhub tengah mempersiapkan dokumen lelang operator kereta perintis di jalur kereta Makassar - Parepare.

Untuk diketahui, Kemenhub telah membangun jalur kereta baru sepanjang 16 km dan diharapkan pada akhir 2018 tersambung 44 km. Total panjang jalur kereta pertama di Sulawesi itu mencapai 144 km.

Zulfamendi menuturkan sebagian jalur kereta akan dibangun badan usaha lewat skema KPBU sepanjang 13,9 km.

Saat ini, ada tujuh badan usaha yang melewati tahap prakualifikasi dan pemenang akan diumumkan Senin ini.

Badan usaha yang memenangi lelang diharuskan membangun siding track di segmen F, dari jalur utama ke Bosowa dan Tonasa, sepanjang 13,9 km.

Badan usaha juga diminta membangun fasilitas operasi, depo kereta, serta operasi dan perawatan. Meski hanya membangun 13,9 km jalur kereta, pemenang akan mendapat konsesi perawatan jalur sepanjang 144 km selama 20 tahun.

Zulmafendi menambahkan progres pembebasan lahan telah mencapai 95%. Beberapa titik yang perlu diselesaikan antara lain di Pangkep dan Maros.

Tag : kereta api, trans sulawesi
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top