Rupiah Bergejolak, Galangan Kapal Bisa Merugi

Tren pelemahan nilai rukar rupiah dalam sepekan terakhir membuat pengusaha galangan kapal resah. Komponen kapal yang dominan diimpor membuat pengusaha memperkirakan sejumlah proyek kapal bakal merugi.
Rivki Maulana | 02 Juli 2018 13:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Tren pelemahan nilai rukar rupiah dalam sepekan terakhir membuat pengusaha galangan kapal resah. Komponen kapal yang dominan diimpor membuat pengusaha memperkirakan sejumlah proyek kapal bakal merugi.

Askan Naim, Sekretaris Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo),  mengatakan komponen kapal yang bisa dipasok dari dalam negeri untuk sebuah proyek kapal saat ini berkisar 35%-40%. Dengan kata lain, 60%-65% komponen kapal harus didatangkan dari luar negeri dan dibayar dalam mata uang asing. Berdasarkan Bloomberg, kurs rupiah pada perdagangan hari ini sudah menembus Rp14.390 per dolar Amerika Serikat

"Ini sangat berpengaruh. Dengan fluktuasi kurs seperti ini, risiko untuk menggerus laba sangat tinggi sehingga proyek-proyek [perkapalan] bisa merugi," jelasnya kepada Bisnis Senin (2/7/2018).

Askan menambahkan, sejumlah perusahaan galangan akan meninjau ulang kontrak pembangunan dengan pihak pemilik kapal. Bila kenaikan beban impor akibat depresiasi rupiah terbilang signifikan, galangan akan berupaya melakukan negosiasi dengan pemilik kapal untuk penyesuaian biaya pembangunan kapal.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perindustrian mencatat pada 2017 terdapat 250 perusahaan galangan dengan kapasitas produksi kapal baru sebesar 1 juta Deadweight tonnage (DWT). Galangan nasional juga memiliki kapasitas 12 juta DWT untuk reparasi kapal laut.

Tag : kapal offshore
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top