Presiden Beri Perhatian Khusus Bisnis Perumahan yang Menurun

Presiden Joko Widodo menerima rombongan Pengurus DPP REI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/5/2017). Dalam pertemuan tersebut, dia memberikan perhatian khusus tentang menurunnya penjualan properti beberapa tahun terakhir.
Bunga Citra Arum Nursyifani | 29 Mei 2018 18:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo menerima rombongan Pengurus DPP REI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/5/2017). Dalam pertemuan tersebut, dia memberikan perhatian khusus tentang menurunnya penjualan properti beberapa tahun terakhir.

"Saya mau tanya, katanya bisnis properti cenderung menurun. Bagaimana sebetulnya," tanyanya.

Saat menerima rombongan DPP REI yang dipimpin Ketua Umum Soelaeman Soemawinata, Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basoeki Hadimuljono dan Mensesneg Pratikno.

Terhadap pertanyaan Presiden, Soelaeman menjelaskan bahwa perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sudah berhasil mendekati target. Pada tahun 2017, dari target yang dipatok pemerintah 450 ribu unit bisa tercapai 216 ribu unit.

Sedangkan perumahan bagi kalangan menengah atas ia mengakui memang lesu. Ada beberapa kendala. Namun yang utama terkait dengan perpajakan.

"Terlalu banyak isu soal pajak. Tapi tidak keluar regulasinya. Misalnya soal tanah pengembang yang terlantar, pajak progresif kepemilikan rumah, pajak tidak final untuk properti, dan pemeriksaan tax amnesti," katanya.

Menurut Soelaeman, berbagai isu tersebut membuat bisnis properti menjadi lesu. Karena itu, ia minta kepada presiden agar tidak dikeluarkan regulasi terkait dengan isue-isue tersebut agar bisnis properti kembali bangkit.

Dalam kesempatan tersebut, DPP REI melaporkan rencana diselenggarakannya Global Business Summit yang digelar FIABCI Global Business Summit yang digelar di Nusa Dua Bali, tanggal 8 Desember mendatang. Inilah forum pertemuan para pengembang seluruh dunia yang akan diikuti 68 negara.

FIABCI adalah singkatan dalam bahasa Perancis yg artinya Federation  International des Administrateurs de Bien  Conselis  Immobiliers.  FIABCI didirikan di Paris 69 tahun lalu, beranggotakan 68 Negara di seluruh dunia. FIABCI GBS di Bali akan dihadiri 600 delegasi asing dan 1000 anggota REI.

Pada diskusi tersebut Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada REI yang telah aktif mempromosikan 10 Bali Baru kepada investor manca negara dan bahkan akan digelar investment forum dengan investor dari 4 negara  di sela sela acara FIABCI Global Business Summit Bali 2018 nanti yakni dengan Japan,  Hong Kong,  Korea dan Timur Tengah.

Selain Soelaeman, Pengurus DPP REI yang ikut bertemu Presiden adalah Sekretaris Jenderal  Totok Lusida dan para wakil ketua umum seperti Djoko Slamet Utomo, Hari Ganie, Ignesz Kemalawarta, Adri Lingga Istambul, Umar Husin, Turino Junaedi, dan Rusmin Lawin.

Sedangkan mewakili Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) Bally Saputra dan Arif Afandi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rei indonesia

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top