Ini Empat Jurus Kemendag Tekan Harga Bahan Pokok

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bachrul Chairi memaparkan empat jurus kementerian untuk melakukan stabilisasi harga bahan pokok menjelang puasa dan Idulfitri.
Rayful Mudassir | 18 April 2018 09:13 WIB
Susana di pasar tradisional di Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bachrul Chairi memaparkan empat jurus kementerian untuk melakukan stabilisasi harga bahan pokok menjelang puasa dan Idulfitri.

Saat hadir dalam rapat koordinasi dan identifikasi harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional di Bandung, Selasa (17/4/2018), Bachrul menyampaikan langkah Kemendag yang sebelumnya disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Pertama, lewat penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bahan pokok, harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, penataan dan pembinaan gudang, serta perdagangan antarpulau.

Kedua, melalui penatalaksanaan, yaitu melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Daerah (Pemda), instansi terkait, dan pelaku usaha; fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha; serta penugasan Bulog.

Ketiga, melalui pemantauan dan pengawasan yang dilakukan oleh Eselon I Kemendag beserta jajarannya bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan ketersediaan pasokan, stabilisasi harga termasuk menjamin pendistribusian bahan pokok.

Keempat, melalui upaya khusus, yaitu penetrasi pasar ke pasar rakyat dan toko swalayan.

“Diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama berupaya menjaga stabilisasi harga bahan pokok menjelang Ramadan. Empat langkah yang Kemendag upayakan diharapkan dapat efektif untuk menekan harga pokok di setiap daerah," paparnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/4).

Menurut Bachrul, dari hasil pemantauan pasar rakyat di Bandung menunjukkan harga bahan pokok relatif stabil dan pasokan aman dalam beberapa bulan ke depan. Untuk itu, Kemendag bersama Pemda setempat terus bekerja sama menjaga stabilitas harga dan ketersedian pasokan.

Berdasarkan data Kemendag dari hasil pemantauan pasar pada 16 dan 17 April 2018, harga bapok di Bandung relatif stabil. Tercatat harga di pasar tradisional Kosambi Bandung untuk harga beras premium adalah sebesar Rp13.000 per kilogram (kg), harga beras medium sekitar Rp9.000-Rp12.000 per kg.

Sementara itu, harga minyak goreng Rp12.000 per kg, gula pasir Rp12.500 per kg, tepung terigu Rp7.500 per kg, bawang merah Rp32.000 per kg, bawang putih Rp30.000 per kg, dan daging sapi Rp120.000 per kg.

Bachrul juga melakukan kunjungan ke ritel modern Yogya. Harga beras premium sebesar Rp12.800 per kg (sesuai HET Jabar yaitu Rp12.800 per kg), tapi ritel modern tersebut tidak menjual beras medium.

Untuk harga minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, bawang putih relatif stabil. Harga daging ayam yaitu Rp29.900 per kg (harga promo). Untuk harga daging beku telah sesuai HET, yaitu Rp80.000 per kg.

Kepala Bappebti mengingatkan agar penjual di pasar rakyat maupun pasar ritel modern untuk mencatumkan harga pada tiap jenis bahan pokok yang dijual. Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

Dia menyampaikan agar seluruh instansi dapat bekerja sama menjalankan kebijakan HET beras untuk pasar tradisonal, toko swalayan, dan tempat penjualan eceran lainnya sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras.

“Pelaku usaha yang menjual harga beras melebihi HET dikenai sanksi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit, setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis,” tegas Bachrul.

Tag : stabilisasi harga
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top