Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ciputra Grup Berburu Lahan

Ciputra Group memilih lebih banyak menggandeng partner utamanya pemilik lahan lokal dalam pengembangan proyek properti ke depannya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 02 April 2018  |  19:37 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto/Paulus Tandi Bone
Ilustrasi - Jibiphoto/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com,JAKARTA--Ciputra Group memilih lebih banyak menggandeng partner utamanya pemilik lahan lokal dalam pengembangan proyek properti ke depannya.

Managing Diector Ciputra Grup Harun Hajadi mengatakan ketimbang mencari modal dana asing seperti aliran dana dari China, perusahaan memilih mencari partner yang bisa menyediakan lahan. Saat ini Harun menuturkan Ciputra memiliki lebih dari 100 mitra yang menyediakan lahan.

Kerja sama Ciputra dengan partner bisa dilakukan dalam tiga hal yakni membeli lahan dari pemilik, joint operation serta  joint venture. Apalagi Harun mengungkapkan tidak semua pengembang mampu mengelola hubungan yang baik dengan partner/mitranya, sehingga membina kerja sama yang baik diharapkan menjadi kekuatan Ciputra kedepannya.

“Kami haus akan lahan, semua partner kami bawa lahan. Jadi kami simbiosis mutualisme,” katanya kepada Bisnis Senin (2/4).

Senada, Direktur Senior Ciputra Group Nanik J.  Santoso mengatakan perusahaan masih memiliki banyak landbank namun hanya di kisaran pengembangan township yang sudah ada. Sehingga langkah kerja sama menjadi upaya solusif untuk rencana ekspansi ke depannya.

“Sejak krisis kita hampir tidak membebaskan lahan baru, karena terlalu lama. Kami prefer join.  Misalnya untuk proyek di Bandung, partner kita sudah membebaskan 2,5 ha kemudian kami join  membebaskan lagi sampai 2,7 ha,” katanya .

Sebelumnya Vice President Coldwell Banker Indonesia Dani Indra Bhatara mengatakan pengembang tak harus bergantung banyak dari pembiayaan perbankan. Menurutnya kini lebih banyak sumber pendanaan seperti private equity ataupun investasi langsung. Ada banyak lembaga yang menjembatani pendanaan itu.

Dani melanjutkan pengembang juga bisa mengumpulkan dana dari masyarakat melalui instrument resmi seperti proses penawaran saham perdana ke publik (IPO), menerbitkan surat utang jangka menengah, bahkan yang terbaru melalui teknologi finansial, ataupun memperbanyak kerja sama dengan pemilik lahan.

“Justru sekarang ini pengembang berusaha tidak menggunakan modal sendiri, Dalam perjalanannya mencari sumber pendanaan dari pihak lain, untuk mengurangi risiko. Misalnya juga banyak yang nggak harus punya tanah, kerja sama dengan pemilik lahan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga lahan
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top