NU-Lippo Bikin Usaha Patungan, Dirikan Rumah Sakit

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Kelompok Usaha Lippo membentuk usaha patungan untuk mendirikan rumah sakit umum di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Hery Trianto | 20 Maret 2018 13:47 WIB
Sketsa bangunan Rumah Sakit Umum Syubbanul Wathon Kabupaten Magelang di lokasi acara Topping Off Selasa (20/3/2018). Bisnis - Hery Trianto

Bisnis.com, MAGELANG—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Kelompok Usaha Lippo membentuk usaha patungan untuk mendirikan rumah sakit umum di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Melalui unit usahanya PT Siloam International Hospital Tbk, Lippo berkontribusi pada 40% saham di rumah sakit yang diberi nama Rumah Sakit Umum Syubbanul Wathon. Ada pun sisa 60% sahamnya masing-masing berasal dari Yayasan Subbanul Wathon 40% dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 20%. Rencana rumah sakit memiliki 180 tempat tidur  perawatan dan melayani pasien BPJS.

Sekjen NU Hilmi Faisal Zaini mengatakan RS di Kabupaten Magelang ini merupakan kerja sama pertama dengan Grup Lippo. Saat ini, NU telah mengoperasikan 8 rumah sakit diber bagai kota.

“Ke depan, kami akan kembangkan kerjasama serupa di Cirebon dan Malang. Di Cirebon, proses perizinnya lagi diurus, tuturnya, usah seremoni tutup atap pembangunan Rumah Sakit Subbanul Wathon Kabupaten Magelang Selasa (20/3/2018).

Dalam mendirikan rumah sakit di Magelang ini, Siloam untuk pertama kalinya mengembangkan usaha patungan  setelah selama ini mengoperasikan 32 rumah sakit.

Rumah sakit didirikan di Tegalrejo Kabupaten Magelang ini berdiri didekat Pondok Pesantren Asrama Pendidikan Islam yang memiliki 13.000 santri.

Ketua Yayasan Subbanul Wathon M. Yusuf Khudori mengatakan konsep kerjasama yang dilakukan adalah mendirikan perusahaan patungan.

“Yayasan memiliki 40%, Siloam 40%, dan PB NU 20%,” ujar pria yang akrab dipanggil Gus Yus tersebut.

Dia bercerita memiliki fasilitas layaan kesehatan sudah jadi harapan lama masyarakat maupun pesantren Tegalrejo.

“Awalnya kami hendak mendirikan klinik untuk pesantren yang punya13.000 santri.  Lalu kami bertemu dengan Pak Mochtar dengan difasilitasi NU, muncul ide mendirikan rumah sakit. Kami Menyambut dengan tangan terbuka,” tutur Gus Yus.

Pendiri Grup Lippo Mochtar Riady berharap runah sakit patuangan yang akan dikelola Siloam ini bisa melayani denfan baik. “Pengalaman [Lippo] mengelola rumah sakit perlu ditularkan, u membangun pelayanan lebih baik.”

Dia mengaku senang Grup Lippo diajak kerja sama mebangun  rumah sakit. “Supaya rumah bisa beri kesejahteraan.”

 

Tag : mochtar riady, mochtar riady
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top