Mengapa Mochtar Riady Ekspansif Bangun Rumah Sakit?

Chairman Grup Lippo Mochtar Riady membocorkan rahasia mengapa PT Siloam International Hospitals Tbk sangat ekspansif membangun rumah sakit.
Hery Trianto | 20 Maret 2018 13:30 WIB
Mochtar Riady bersama istri, Suryawati Lidya, di sela acara Topping Off Rumah Sakit Umum Syubbanul Wathon di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (20/3/2018). Bisnis - Hery Trianto

Bisnis.com, MAGELANG—Chairman Grup Lippo Mochtar Riady membocorkan rahasia mengapa PT Siloam International Hospitals Tbk sangat ekspansif membangun rumah sakit.

Menurutnya, fasilitas kesehatan merupakan hal krusial dalam hidup. Mochtar bercerita, pengalaman pahit masa kecil yang kehilangan 6 anggota keluarga dalam tempo 12 tahun.

“Saya lahir di Batu, Malang.  Saat usia 7 bulan kakek meninggal, usia 7 tahun menyusul nenek, saat berumur 9 tahun ibu meninggal karena melahirkan adik saya. Berikutnya dalam 2 tahun berturut-turut 3 orang adik meniggal. Kurang dari 12 tahun kehilangan 6 anggota keluarga, hanya karena tidak ada rumah sakit,” kenang Mochtar saat seremoni Topping Off  Rumah Sakit Umum Syubbanul Wathon Kabupaten  Magelang, Selasa (20/3/2018).

Rumah Sakit yang diproyeksikan beroperasi  Juli 2018 ini merupakan hasil kerjasama Yayasan Subbanul Wathon dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Rencananya rumah sakit memiliki 180 tempat tidur dan melayani pasien BPJS.

Pengalaman buruk masa kecil inilah yang memotivasi Mochtar untuk turut mendirikan rumah sakit. Melalui, anak sulungnya James, keinginan ini secara perlahan terwujud.

“Saya merasa salah satu hal yang membebani kemiskinan adalah kesehatan. Makanya Lippo ingin bangun rumah sakit hingga wilayah pelosok,” tuturnya.

Namun, dia bercerita mengembangkan bisnis rumah sakit bukanlah hal yang mudah. Selama 15 tahun sejak RS Siloam didirikan secara keuangan terus merugi.

Lalu Mochtar terjun  langsung mempelajari operasional rumah sakit selama 1,5 tahun. “Saya membuat skema, karena mulai mengerti dalam RS banyak pemborosan.”

Tak berselang lama, lahirlah konsep baru pengelolan ala Mochtar di jaringan Siloam Hospitals. Pertama, RS dengan standard keselamatan  Joint Commision Interntional Acreditation dari Amerika Serikat.

Kedua, RS standar kenyamanan layanan Singapore Airlines. Ketiga, RS dengan harga layanan murah selayaknya jaringan restoran McDonald.

“Hasilnya, Siloam  jadi RS swasta pertama yang terima pasien  BPJS. Kami memiliki kualitas layanan  bintang 5, harga BPJS,” kata Mochtar.

Siloam Hospital memang tercatat menjadi rumah sakit paling ekspansif dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, Siloam telah mengoperasikan 32 rumah sakit dan ditargetkan menjadi 50 rumah sakit pada akhir 2019.

Tag : mochtar riady
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top