ESDM Memastikan Komitmen Investasi Migas 2018 US$16,76 miliar

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan komitmen investasi pada sektor migas pada 2018. Total komitmen investasi migas pada tahun ini senilai US$16,76 miliar.
Surya Rianto | 27 Februari 2018 15:13 WIB
Archandra Tahar (kanan) - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan komitmen investasi pada sektor migas pada 2018. Total komitmen investasi migas pada tahun ini senilai US$16,76 miliar.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar mengatakan, ada beberapa perusahaan migas yang mematok investasi tahun ini di atas US$2 miliar.

"Beberapa di antaranya seperti BP, Chevron, dan Pertamina juga cukup besar. Semua totalnya US$16,76 miliar khusus untuk migas," ujarnya pada Selasa (27/2/2018).

Arcandra mengatakan, pihaknya mengadakan pertemuan dengan pelaku usaha itu untuk memastikan komitmen investasi.

"Namun, kalau sekarang kan baru bulan kedua. Nanti, bulan depan kami akan panggil lagi untuk menanyakan realisasi investasi yang dilakukan apakah sudah sesuai komitmen atau belum," ujarnya.

Adapun, perkembangan realisasi investasi para pelaku usaha itu akan tampak dalam 2 bulan sampai 3 bulan ke depan.

Secara total, investasi pada sektor energi itu senilai US$51 miliar atau setara dengan 5% produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang senilai US$1.000 miliar.

Investasi sektor listrik menjadi yang paling besar yakni senilai US$24,88 miliar. Investasi sektor listrik itu besar karena didukung oleh pembangunan independent power plant (IPP).

Sementara itu, Petrochina yang juga hadir dalam pertemuan bersama Arcandra itu menyebut investasi khusus di blok Jabung senilai US$343 juta.

Vice President Human Resources & Relations Petrochina Maryke P.Y Pulunggono mengatakan, pihaknya hanya menyampaikan kepada Wakil Menteri ESDM investasi di blok Jabung pada 2018. Walaupun, perusahaan asal China itu mengklaim melakukan investasi lain di luar blok Jabung.

"Investasi itu akan digunakan untuk pengeboran, selain itu memang ada beberapa project juga," ujarnya.

Maryke pun menyebutkan, pihaknya menargetkan produksi blok Jabung bisa naik menjadi 54.000 barel ekuivalen per hari pada tahun ini. Nilai produksi itu lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang sekitar 52.000 barel ekuivalen per hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Archandra Tahar

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top