Serah Terima 2019, ADHI Bentuk Komunitas LRT City

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel menargetkan serah terima tahap pertama LRT City Bekasi Timur - Eastern Green mulai 2019.
Ipak Ayu H Nurcaya | 27 November 2017 20:55 WIB
Warga melintas di dekat spanduk iklan rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel menargetkan serah terima tahap pertama LRT City Bekasi Timur - Eastern Green mulai 2019.

Project Manager LRT City Bekasi Timur - Eastern Green Setya Aji Pramana mengatakan LRT City merupakan sebuah kawasan hunian dan komersial yang berlokasi di area yang terintegrasi dan terkoneksi langsung dengan sistem transportasi masal.

LRT City mengusung pendekatan Transit Oriented Development serta pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata ruang campuran dan terpadu dengan maksimalisasi penggunaan angkutan masal yang dilengkapi dengan jaringan pejalan kaki dan sepeda.

"Kami menghadirkan LRT City, di beberapa titik jalur LRT. Dengan posisi yang sangat strategis dan kemudahan aksesibilitas, yaitu satu titik dengan stasiun LRT atau 0 Km LRT Station. Cukup hanya dengan selangkah untuk sampai ke LRT Station yang akan membawa ke pusat bisnis di Jakarta. Oleh karena itu, kami optimistis LRT City mampu diserap pasar," katanya melalui siaran pers, Senin (27/11/2017).

LRT City Bekasi Timur - Eastern Green dengan luas 16,9 hektare merupakan kawasan hunian vertikal terpadu dilengkapi dengan kawasan komersial yang saat ini tengah proses penjualan.

Dengan konsep Green Smart Living di Timur Jakarta, fasilitas yang ditawarkan kawasan ini adalah Mall, komersial area, plaza, cinema, kolam renang dan fasilitas menarik lainnya. Tahap 1 sudah dibangun sejak 2016, dengan menara pertama 20 lantai dan terdiri dari 634 unit.

Eastern Green dipasarkan dengan harga mulai dari Rp500 juta. Proyek ini pun menelan nilai investasi lebih dari Rp500 Miliar.

Setya menambahkan LRT City tidak hanya membangun sebuah kawasan tetapi juga membangun komunitas yang akan menjadi wadah untuk seluruh masyarakat Indonesia yang bersinggungan dengan LRT City bernama Elartizen.

"Untuk mengawali komunitas tersebut, kami banyak berinteraksi langsung dengan calon Elartizen dengan setiap dua kali dalam satu bulan kami mengadakan open house yang berada di kawasan-kawasan LRT City," ujar Setya.

Adapun salah satu open house yang berbeda dari biasanya hari ini memiliki tema el(ART)e - "Tribute to Benyamin", yang mana Elartizen akan bernostalgia dengan lagu-lagu Almarhum Benyamin Sueb.

Open house tematik ini tidak hanya hadir di LRT City bekasi - Eastern Green, namun juga di 3 kawasan lain yaitu, LRT City Jaticempaka - Gateway Park pada tanggal 2 Desember 2017, LRT City Sentul - Royal Sentul Park 9 Desember 2017, dan LRT City Ciracas - Urban Siganture 16 Desember 2017.

Tema el(ART)e - "Tribute to Benyamin Sueb" merupakan tema pertama yang kami persembahkan, sedangkan tema selanjutnya adalah el(ART)e - "Tribute to Koes Plus" dan el(ART)e - "Tribute to music keroncong".

Open house tematik tersebut merupakan awal dari acara puncak di tahun 2018 yang bertajuk el(ART)e - "Simfoni Untuk Negeri".

"LRT City sangat menghargai keanekaragaman seni dan budaya di Indonesia, oleh karena itu acara-acara dari LRT City akan sangat kental dengan warisan seni dan budaya tradisional Indonesia. Diharapkan dalam seluruh acara yang diselenggarakan LRT City dapat menjadi awal terbentuknya Elartizen," kata Setya.

Tag : transit oriented development
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top