Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PT Mattel Indonesia Rintis Diversifikasi Bisnis

PT Mattel Indonesia mengambil langkah diversifikasi bisnis dengan memproduksi mainan hot wheels.
Regi Yanuar Widhia Dinnata
Regi Yanuar Widhia Dinnata - Bisnis.com 25 November 2017  |  20:00 WIB
Mattel - Istimewa
Mattel - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Mattel Indonesia mengambil langkah diversifikasi bisnis dengan memproduksi mainan hot wheels.

PT Mattel Indonesia terkenal sebagai pabrikan yang membuat mainan seperti barbie akan meningkatkan produksi hot wheels yang diperkirakan mencapai 150 juta pcs pada 2018.

Jumlah tersebut meningkat dari produksi sebelumnya sebanyak 50 juta pcs.

Peningkatan produksi ini akan disokong oleh tenaga kerja terampil lulusan program vokasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

PT Mattel Indonesia akan dipasok sebanyak 250 tenaga kerja yang berasal dari 5 Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah Cikarang, Bekasi.

Muhdori, Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka Kemenperin, menyampaikan bahwa bisnis mainan adalah industri padat karya, PT Mattel Indonesia diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja hampir 10.000 orang.

"Arahan Pak Menteri Perindustrian [Airlangga Hartarto] bahwa industri mainan ini diproyeksikan untuk bekerja sama dengan program vokasi Kemenperin," kata Muhdori, Jumat (24/11/2017).

Kemenperin mencatat, investasi industri mainan berskala besar dan menengah terus bertumbuh pada kuartal ketiga tahun ini. Adapun dari 93 perusahaan tersebut telah mengucurkan investasi mencapai US$ 9,52 juta pada triwulan III/2017.

Menurut Badan Pusat Statistik, nilai ekspor mainan pada periode Januari—Oktober 2017 mencapai US$389,82 juta atau tumbuh 13,07% dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak US$344,75 juta.

Namun demikian, nilai impor mainan pada periode tersebut terbilang cukup besar, yakni mencapai $293,84 juta. Jumlah tersebut naik sebanyak 49,74% dibandingkan dengan periode Januari—Oktober tahun lalu sebesar US$160,24.

Roy Tandean, Vice President PT Matell Indonesia, menyatakan bisnis mainan masih menjanjikan di masa yang akan datang. Dia menambahkan jika industri mainan merupakan bisnis yang memiliki segmen khusus dengan jumlah yang banyak.

"Industri barbie masih bagus saat ini, masih banyak anak-anak yang suka mainan berbie," kata Roy, Jumat (24/11/2017).

Menurutnya, pangsa pasar mainan seperti berbie dan hot wheels di dunia masih dikuasai oleh Mattel Inc sebanyak 50%.

PT Mattel Indonesia saat ini hanya mengincar pasar ekspor, sebanyak 100% produk hasil pabrikan di Indonesia dijual ke berbagai benua seperti Amerika, Eropa, dan Asia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mattel
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top