Konsorsium BUMN Menangi Lelang Tol Probolinggo-Banyuwangi

Konsorsium perusahaan plat merah yang terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Toll Road, dan PT Brantas Abipraya (Persero) memenangkan lelang tol Probolinggo- Banyuwangi sepanjang 170,36 kilometer setelah menjadi satu-satunya peserta lelang yang bertahan.
Deandra Syarizka | 22 November 2017 20:21 WIB
proyek Strategis Nasional jalan tol Pasuruan - Probolinggo (Paspro) - ANTARA/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA — Konsorsium perusahaan plat merah yang terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Toll Road, dan PT Brantas Abipraya (Persero) memenangkan lelang tol Probolinggo- Banyuwangi sepanjang 170,36 kilometer setelah menjadi satu-satunya peserta lelang yang bertahan.

Kepala Panitia Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eka Pria Anad mengatakan, penandatanganan kontrak untuk  ruas tersebut rencananya bakal diteken pada Desember mendatang.

“Baru saja kita sepakat dengan Jasa Marga untuk kedua tol tersebut. [Pengumuman pemenang secara resmi] maunya minggu ini, tetapi bisa saja mundur kalau  ada administrasi yang kurang,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (22/11/2017).

Dia mengungkapkan, sejauh ini belum ada lahan yang dibebaskan untuk ruas tol tersebut. Pasalnya, pemerintah masih memproses izin penetapan lokasi (penlok) yang menjadi prasyarat proses pembebasan lahan.

“Penlok proses terus, mudah-mudahan tahun depan sudah jadi,” ujarnya.

Dengan demikian, pemenang lelang ditetapkan setelah tercapainya kesepakatan antara pemerintah dan badan usaha.

Sebelumnya Eka menyatakan terdapat badan usaha yang dinyatakan lulus prakualifikasi tol senilai Rp23  triliun tersebut. Selain konsorsium Jasa Marga-Waskita Toll Road-Brantas Abipraya,   perusahaan lainnya dalah perusahaan konstruksi asal Turki Enka Insast Ve Sanayi yang melaju seorang diri tanpa menggandeng partner, dan juga konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya (Persero). Namun, kedua konsorsium tersebut tidak melanjutkan penawarannya.

Menurutnya, investasi yang dibutuhkan untuk membangun tol tersebut cukup besar, terlebih lagi dengan tidak adanya dukungan konstruksi dari pemerintah untuk tol tersebut. Untuk pengadaan lahannya saja, dia memperkirakan dana yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp4 triliun hingga Rp5 triliun, yang akan dibayarkan melaui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mengingat proyek ini merupakan Proyek Strategis Nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jasa marga

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top