Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aturan Kemitraan Pasokan Barang Toko Modern & Warung Setelah Permendag Masuk ke Perpres

Peraturan mengenai kemitraan antara peritel modern dan pedagang tradisional ditargetkan selesai Oktober tahun ini
Anissa Margrit
Anissa Margrit - Bisnis.com 04 Oktober 2017  |  13:03 WIB
Aturan Kemitraan Pasokan Barang Toko Modern & Warung Setelah Permendag Masuk ke Perpres
Ilustrasi. - .
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Peraturan mengenai kemitraan antara peritel modern dan pedagang tradisional ditargetkan selesai Oktober tahun ini.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan penyusunan konsep kemitraan tersebut masih berlangsung dan dilakukan bersama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Dengan kemitraan itu, nantinya peritel modern wajib menjadi pemasok bagi pedagang tradisional.

“Sebelum dimasukkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern, disusun dulu Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Iya [Permendag keluar Oktober],” ujar dia usai menghadiri Ngobrol Pemerataan Ekonomi #2: Meningkatkan Daya Saing Sektor Ritel Melalui Sinergi Antara Ritel Tradisional, Modern, dan E-commerce, Rabu (4/10/2017).

Meski peritel modern diharuskan menjadi supplier, tapi pedagang tradisional dibebaskan untuk mengambil barang dari mana saja. Dengan demikian, peritel tradisional akan memiliki alternatif sumber pasokan barang yang lebih banyak dan dengan harga yang lebih murah.

Enggar mengaku sudah berbicara dengan beberapa bank untuk mengatasi masalah pembayaran dan permodalan para pedagang kecil. Menurut dia, perputaran uang yang terjadi tiap pedagang tradisional mengambil barang dari pemasok bisa mencapai Rp2,5 juta atau sekitar Rp10 juta tiap bulannya.

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) Solihin mengaku pihaknya telah menjalankan berbagai jenis kemitraan dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sejak 2003. Saat ini, perseroan sedang fokus mengembangkan program Warung Warga.

“Kami juga lakukan upgrade warung. Ada 1.500 tim kami yang bertugas mendampingi 47.000 warung di seluruh Indonesia,” sebut dia, yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aprindo. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toko modern
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top