Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemenhub Akan Kembangkan Bandara di NTB dan NTT

Kementerian Perhubungan akan mengembangkan sejumlah bandara di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur guna meningkatkan frekuensi penerbangan ke dua wilayah tersebut.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 11 September 2017  |  17:15 WIB
Kemenhub Akan Kembangkan Bandara di NTB dan NTT
Bandara Lombok - lombok/airport.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan akan mengembangkan sejumlah bandara di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur guna meningkatkan frekuensi penerbangan ke dua wilayah tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan konektivitas di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur perlu untuk ditingkatkan, baik intra daerah maupun dengan daerah luar.

“Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Timur ini terdiri banyak pulau, sehingga konektivitasnya harus ditingkatkan demi meningkatkan pergerakan masyarakat dan perekonomian daerah," katanya, Senin (11/9/2017).

Oleh karena itu, lanjut Agus, kualitas bandara yang ada di kedua wilayah tersebut harus ditingkatkan, baik dari sisi pelayanan maupun sarana dan prasarananya. Dengan demikian, frekuensi terbang diharapkan dapat bertambah.

Dia menilai, Nusa Tenggara Barat dan Timur mempunyai banyak keunggulan, terutama dalam hal wisata alam. Menurutnya, wisata alam dari Nusa Tenggara tersebut dapat menjadi salah satu tujuan wisata setelah Bali.

“Letak Nusa Tenggara itu berdampingan dengan Bali. Jika transportasi udaranya bagus dan frekuensinya banyak, wisatawan pasti akan lebih sering berkunjung ke wilayah ini. Ekonomi masyarakat juga akan bisa berkembang,” tuturnya.

Selain wisata, Nusa Tenggara juga memiliki potensi dari sektor pertambangan seperti emas, mangan, bijih besi, batu apung dan lainnya. Dengan transportasi udara yang memadai, Agus optimistis investor akan banyak berdatangan ke Nusa Tenggara.

Untuk diketahui, Kemenhub mencatat total jumlah penerbangan domestik intra dan ke luar Nusa Tenggara Barat dan Timur, seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar baru mencapai 174 penerbangan.

Maskapai yang melayani penerbangan domestik intra dan ke luar Nusa Tenggara tersebut di antaranya seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Nam Air, Lion Air, Wings Air, Batik Air, Kalstar, Citilink Indonesia dan Transnusa.

Selain penerbangan domestik, Nusa Tenggara juga memiliki satu penerbangan internasional, yakni rute penerbangan Kuala Lumpur, Malaysia—Lombok, Nusa Tenggara Barat yang dilayani oleh AirAsia Malaysia.

Saat ini, bandara yang dikelola Kemenhub di Nusa Tenggara Barat dan Timur yakni Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, Tambolaka, Sultan Muhammad Salahuddin Bima, DC Saudale Rote, AA Berre Tallo Atambua dan Komodo Labuan Bajo.

Selain enam bandara itu, Bandara Lombok Praya dan Bandara El Tari Kupang juga masuk dalam perhatian Kemenhub untuk dikembangkan. Adapun, kedua bandara tersebut saat ini sudah dikelola oleh PT Angkasa Pura I.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top