Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Red Planet Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 25%

Emiten hotel PT Red Planet Indonesia Tbk. menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini sebesar 25% menjadi Rp89,8 miliar sering perbaikan fondasi keuangan perseroan di awal tahun ini.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 06 April 2017  |  19:20 WIB
Red Planet Indonesia.  - Asiatravel.com
Red Planet Indonesia. - Asiatravel.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten hotel PT Red Planet Indonesia Tbk. menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini sebesar 25% menjadi Rp89,8 miliar sering perbaikan fondasi keuangan perseroan di awal tahun ini.

Manajemen emiten dengan kode saham PSKT ini mengungkapkan, sejak November 2016 beban pinjaman perseroan telah berkurang secara signifikan.

Hal tersebut terjadi karena perseroan telah mengubah pinjaman banknya dari pinjaman konstruksi biasa dengan jaminan aset berupa tanah dan bangunan serta jaminan perusahaan menjadi pinjaman back to back dengan jaminan kas setara nilai pinjaman.

Dalam pinjaman transaksi khusus ini, beban bunga pinjaman adalah 4,75% per tahun dan pendapatan jasa giro adalah 4% per tahun. Pinjaman ini jatuh tempo pada 31 Maret 2017. Adapun, perseroan sudah melunasi pinjaman itu seluruhnya pada 6 Maret 2017 lalu.

“Fondasi keuangan yang cukup kuat di 2016 menjadikan perusahaan memiliki keyakinan yang tinggi dalam mengembangkan bisnis hotel ekonomis di tahun 2017,” ungkap manajemen perseroan dalam laporan tahunan, Kamis (6/4/2017).

Tahun lalu, perseroan berhasil membukukan pendapatan senilai Rp71,84 miliar, tumbuh sesuai targetnya yakbi 8% dibandingkan capaian 2015 senilai Rp66,48 miliar. Meski begitu, tingkat pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 2015 terhadap 2014 yang mencapai 25%.

Akan tetapi, PSKT masih harus menderita kerugian akibat permintaan hotel yang belum sesuai harapan. Meski begitu, nilai rugi bersih ini jauh lebih baik dibandingkan dua tahun sebelumnya. Perseroan mencatatkan rugi bersih Rp53,3 miliar, turun dibandingkan 2015 yang mencapai Rp80,45 miliar.

Manajemen mengungkapkan, target pertumbuhan pendapatan sebesar 25% tahun ini akan diraih melalui penerapan strategi pemasaran yang lebih baik serta menangkap segmen baru.

Suwito, DIrektur Utama PSKT mengungkapkan, selain karena perekonomian yang diprediksi akan membaik, perbaikan kinerja perseroan tahun ini juga disebabkan kunjungan wisatawan yang trennya selalu meningkat.

Perseroan sudah mulai menerapkan aplikasi smartphone untuk mendukung pemesanan hotel perseroan. Selain itu, berbeda dibandingkan competitor, perseroan memiliki sendiri hotelnya dan tidak menerapkan sistem waralaba sehingga perseroan menikmati margin yang tinggi.

“Red Planet tidak memiliki resiko gagal bayar atau setidaknya pembayaran yang terlambat karena  mengandalkan manajemen kontrak. Kami memiliki control penuh atas setiap hotel kami,” katanya.

Perseroan saat ini memiliki total 1.062 kamar hotel kelas ekonomi yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Makassar, Palembang, Pekanbaru, Solo dan Surabaya. Rata-rata tingkat hunian atau okupansi seluruh hotel perseroan tahun lalu mencapai 74,3%, meningkat dibandingkan 2015 yang sebesar 67,5%. Jumlah kamar harian yang terjual pun meningkat 11% dibandingkan 2015 menjadi 289.414 kamar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

red planet indonesia
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top