Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Plafon Jatuh di Bandara Supadio, Berikut Rekam Gambarnya

Pihak kontraktor yang mengerjakan pembangunan Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak segera melepas seluruh plafon yang masih terpasang di ruang tunggu terminal keberangkatan
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 27 Maret 2017  |  14:46 WIB
Dirut PT Nindya Karya, Indradjaja Manopol (kemeja putih) bersama Kapolresta Pontianak Iwan Imam Susilo, dan anggota DPRD Provinsi Kalbar (lencana safari hitam) melihat lokasi platform jatuh di Bandara Supadio Pontianak, Senin (27/3/2017). - Bisnis/Yanuarius Viodeogo
Dirut PT Nindya Karya, Indradjaja Manopol (kemeja putih) bersama Kapolresta Pontianak Iwan Imam Susilo, dan anggota DPRD Provinsi Kalbar (lencana safari hitam) melihat lokasi platform jatuh di Bandara Supadio Pontianak, Senin (27/3/2017). - Bisnis/Yanuarius Viodeogo

Bisnis.com, JAKARTA- Pihak kontraktor yang mengerjakan pembangunan Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak segera melepas seluruh plafon yang masih terpasang di ruang tunggu terminal keberangkatan.

Direktur Utama PT Nindya Karya Indradjaja Manopol berjanji, seluruh plafon sudah bisa dilepas oleh para pekerja besok Selasa (28/3/2017) pagi. Hal itu, untuk memberikan kepastian keamanan tidak ada platon yang jatuh lagi menimpa penumpang.

“Kami mohon maaf dan tetap bertanggung jawab atas kejadian ini dan kami sudah mengambil tindakan pengamanan lebih lanjut. Insya Allah, sekarang yang sudah dilepas hampir 50% di lounge keberangkatan, kami bekerja sampai besok jam 6 pagi,” kata Indradjaja pada konpers bersama awak media, Senin (27/3/2017).

Dengan mengenakan kemeja putih, dia bersama Polresta Pontianak dan Anggota DPRD Provinsi Kalbar melihat langsung ruang tunggu, lokasi jatuhnya plafon-plafon pada pukul 15.15 Wib, Minggu (26/3/2017).

Akibatnya, lanjut dia, sebanyak 5 orang penumpang mengalami luka. Indradjaja menuturkan, perusahaan sudah menanggung pengobatan kepada seluruh penumpang yang terluka akibat tertimpa plafon. Sementara dari kerugian material bangunan, pihaknya belum bisa merinci kepastian nominalnya.

Indra menyerahkan penyebab plafon bisa lepas di ruang tunggu kepada pihak penyelidik independen terdiri dari akademisi, kepolisian, pemerintah pusat dan daerah.

“Sepanjang laporan dari manajemen konsultan pengawas, semua sudah memenuhi persyaratan. Sambil menunggu pihak independen menyelidiki permasalahan ini dan menunggu jawabannya apakah bisa dipasang kembali atau diganti selurh materialnya,” ucap Indra.

Dari pengamatan Bisnis, keberangkatan di ruang tunggu berlangsung normal. Saat Bisnis mengambil gambar di lokasi, semua bangku tunggu hampir penuh diisi oleh calon penumpang. Sementara itu, plafon yang belum dilepas oleh kontraktor, berada jauh dari tempat duduk ruang tunggu.

Berikut foto hasil bidikan Bisnis di lokasi kejadian:

Plafon yang belum dilepas oleh PT Nindya Karya di ruang ruang tunggu Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak, Senin (27/3/2017)./.Bisnis-Yanuarius Viodeogo

 

Plafon yang belum dilepas oleh PT Nindya Karya di ruang ruang tunggu Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak, Senin (27/3/2017)./.Bisnis-Yanuarius Viodeogo

 

 

Direktur Utama PT Nindya Karya Indradjaja Manopol memperlihatkan plafon yang lepas kepada anggota DPRD dan Kepolisian di salah satu sudut ruangan, Senin (27/3/2017)./.Bisnis-Yanuarius Viodeogo

 

Dirut PT Nindya Karya, Indradjaja Manopol (kemeja putih) bersama Kapolresta Pontianak Iwan Imam Susilo, dan anggota DPRD Provinsi Kalbar (lencana safari hitam) melihat lokasi plafon jatuh di Bandara Supadio Pontianak, Senin (27/3/2017)./.Bisnis-Yanuarius Viodeogo 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top