Akses Perempuan Pengusaha ke Mata Rantai Pemasok Masih Rendah

Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) membeberkan fakta kecilnya jumlah pemasok dari perusahaan milik perempuan bukan karena jumlah pengusahanya yang sedikit, namun karena rendahnya akses bagi perempuan pengusaha untuk dapat masuk ke pasar mata rantai pemasok.
Yusran Yunus | 22 Maret 2017 17:51 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) membeberkan fakta kecilnya jumlah pemasok dari perusahaan milik perempuan bukan karena jumlah pengusahanya yang sedikit, namun karena rendahnya akses bagi perempuan pengusaha untuk dapat masuk ke pasar mata rantai pemasok.

"Kami berharap adanya kebijakan perusahaan maupun pemerintah yang peka terhadap aspek gender dalam pengadaan barang dan jasa, baik yang dilakukan oleh korporasi maupun oleh pemerintah," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Suryani S.F.Motik, dalam acara Women;s Business Forum 2017 yang diselenggarakan oleh IFC (anggota dari kelompok Bank Dunia), HIPPI dan International Trade Center dan Indonesia Global Compact Network (IGCN), Rabu (22/3/2017).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian memperingati Hari Perempuan Sedunia, dihadiri lebih dari 100 UMKM dari berbagai daerah seperti Jabodetabek, Yogya, Bandung, dan Bali untuk meningkatkan wawasan, menjalin jejaring dan mencari peluang usaha dengan lebih dari selusin perusahaan besar di Indonesia seperti Sarinah, Hypermart, Ranch Market, Unilever, Adaro Energy, Wardah dan Martina Berto.

Dia menyebutkan meskipun perempuan mengendalikan lebih dari US$ 20 trillyun dalam pembelanjaan konsumen setiap tahunnya, namun ironisnya hanya 1% dari usaha yang dimiliki atau dipimpin perempuan yang bisa jadi pemasok dalam memenuhi kebutuhan barang/jasa tersebut.

Kesetaraan Gender

Menurutnya, kesataraan gender merupakan hal penting yang perlu dicapai demi kemajuan dan kelanggengan usaha yang dipimpin maupun dimiliki oleh perempuan. Hal ini mengingat lebih dari setengah UMKM di Indonesia dimiliki atau dipimpin oleh perempuan.

"Perlu berbagai upaya bersama agar kebijakan pemerintah, ekonomi dan perniagaan untuk lebih berpihak pada perempuan dan mengedepankan aspek kesetaraan gender".

Dalam pidato pembukaannya, IFC Asia Advisory Manager for Financial Institution Group, Rachel Freeman mengungkapkan berdasarkan hasil studi IFC, perempuan menjalankan lebih dari setengah perusahaan kecil dan sepertiga dari perusahaan menengah di Indonesia.

"Oleh sebab itu kami percaya bahwa kebijakan pemasok yang inklusif dan mengedepankan keberagaman, seperti sistem pembelian yang peka terhadap gender, akan meningkatkan peluang bagi perusahaan yang dimiliki perempuan untuk dapat berperan aktif dalam perekonomian bangsa dan menjaga kelanggengan usahanya," ujarnya.

Tag : perempuan pengusaha
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top