Aptrindo : KA Bisa Jadi Solusi Atasi Kerusakan Jalan

Aptrindo menilai kereta api barang bisa menjadi solusi guna mengurangi kerusakan jalan di Pulau Jawa daripada memaksa truk menggunakan kapal feri rute JakartaSurabaya dengan tarif yang cukup mahal.
Yudi Supriyanto | 16 Maret 2017 16:37 WIB
Warga berkendara di jalan berlubang di jalur alternatif Desa Kertasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (22/6/2015). - Antara/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA—Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia menilai kereta api barang bisa menjadi solusi guna mengurangi kerusakan jalan di Pulau Jawa daripada memaksa truk menggunakan kapal feri rute Jakarta – Surabaya dengan tarif yang cukup mahal.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bidang Distribusi dan Logistik Kyatmaja Lookman menyatakan, pemerintah harus mendukung kereta api barang di Pulau Jawa agar memiliki tarif yang lebih murah.

Salah satu cara yang dapat dilakukan pemerintah agar angkutan barang dengan moda transportasi berbasis rel lebih murah, paparnya adalah dengan menghilangkan beban biaya penggunaan prasarana (track acces charge/TAC) yang selama ini ada.

“Coba didukung kereta api [Barang] agar lebih ekonomis. PNBP dari TAC harusnya dibuang saja,” kata Kyatmaja, Jakarta, Kamis (16/3).

Dia mengatakan, angkutan barang berbasis rel merupakan salah satu moda transportasi yang cocok digunakan di darat mengingat saat ini kota-kota yang ada di Indonesia berada jauh dari pesisir pantai.

Oleh karena itu, dia mengungkapkan, angkutan kereta api merupakan angkutan yang sesuai digunakan ketika pergerakan barang sudah memasuki daratan.

Dia menyarankan, pemerintah sebaiknya membangun prasarana kereta api yang berdekatan dengan sentra produksi dan konsumsi yang ada di Pulau Jawa.

Sementara itu, para pelaku usaha angkutan barang truk bekerja sama dengan mengangkut barang-barang dari stasiun tersebut ke tempat tujuan akhir. Kondisi tersebut, paparnya dapat mengurangi kemacetan dan kerusakan jalan.

Dia mengungkapkan, selama ini angkutan barang truk yang melintas di rute Jakarta – Surabaya tidak seluruhnya berhenti di Surabaya ketika melakukan perjalanan dari Jakarta.

Jumlah truk yang benar-benar memiliki tujuan akhir Surabaya dari Jakarta, dia mengklaim, hanya sebesar 30% dari total 12.000 truk per hari yang melintas di rute Jakarta – Surabaya.

Selain kereta api, dia mengatakan, pemerintah juga perlu memperbaiki kualitas jalan – jalan yang ada. Dia menuturkan, kerusakan jalan yang terjadi tidak sepenuhnya kesalahan angkutan umum barang.

Menurutnya, kualitas jalan yang dibangun, desain dan drainase yang jelek juga menjadi penyebab cepat rusaknya jalan-jalan di Pantura.

“Kualitas jalan jelek. Bukan rahasia umum proyek abadi ini, banyak teman mengeluhkan enggak hujan bagus, hujan jebol semua karena design dan drainase yang jelek. Mungkin by design, ini agar jalan cepat rusak [sehingga] yang dikambinghitamkan kita,” katanya.

Saat ini, dia mengatakan, perkembangan rencana pengoperasian kapal ro-ro rute Jakarta – Surabaya belum menunjukkan perkembangan signifikan lantaran masalah tarif.

Menurutnya, tarif angkutan kapal Ro-ro Jakarta – Surabaya yang rencananya akan dikenakan sebesar Rp4 juta – Rp5 juta cukup mahal.

Meskipun begitu, dia mengungkapkan, bukan berarti pemerintah tidak perlu mengadakan angkutan kapal Ro-ro Jakarta – Surabaya. Menurutnya, angkutan kapal Ro-ro rute Jakarta – Surabaya perlu diadakan guna memberikan pilihan alternatif.

Saat ini, paparnya, beberapa kawasan industri berada di pesisir pantai, seperti di Cilegon, Banten, Paciran, Lamongan, dan Banyuwangi, Jawa Timur. Menurutnya, angkutan kapal Ro-ro cocok untuk angkutan dengan daerah-daerah yang memiliki sentra produksi dan konsumsi di pesisir pantai.

Tidak hanya itu, dia menyatakan, angkutan kapal Ro-ro juga cocok di gunakan di daerah timur wilayah Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan rusak, Aptrindo

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top