AMAN Ingin Jokowi Kukuhkan 20.000 Ha Konsesi PT TPL Jadi Hutan Adat

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara menginginkan Presiden Joko Widodo dapat memberikan surat pengukuhan 20.000 hektare hutan adat dari konsesi hutan tanaman industri PT Toba Pulp Lestari saat Kongres Masyarakat Adat Nusantara pada 13-21 Maret 2017.nn
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 03 Maret 2017  |  17:56 WIB
AMAN Ingin Jokowi Kukuhkan 20.000 Ha Konsesi PT TPL Jadi Hutan Adat
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima sematan Kain Ulos khas Batak dari perwakilan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Pandumaan Sipituhuta Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut usai acara Pencanangan Pengakuan Hutan Adat Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/12/2016). - Antar/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara menginginkan Presiden Joko Widodo dapat memberikan surat pengukuhan 20.000 hektare hutan adat dari konsesi hutan tanaman industri PT Toba Pulp Lestari saat Kongres Masyarakat Adat Nusantara pada 13-21 Maret 2017.

Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Abdon Nababan menjelaskan masyarakat adat telah mengidentifikasi 25.000 ha konsesi PT Toba Pulp Lestari masuk dalam wilayah adat setempat. Sekitar 5.172 ha itu telah dikukuhkan sebagai Hutan Adat Tombak Haminjon di Desa Sipituhuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, oleh Presiden Jokowi sendiri pada 30 Desember 2016.

“Di Kongres nanti, kami berharap Presiden mengukuhkan sisanya karena yang 20.000 ha itu sudah diverifikasi dan divalidasi di lapangan,” ujarnya dalam konferensi pers bertajuk Pra Kongres Masyarakat Adat Nusantara V di Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Presiden Jokowi, kata Abdon, memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat adat. Menjelang Pilpres 2014, Jokowi yang ketika itu masih Gubernur DKI Jakarta menjanjikan akan mengakomodasi permintaan masyarakat adat yang terus terpinggirkan selama Indonesia merdeka.

“Jadi wajar kalau ada pengamat yang bilang AMAN bisa sumbang 12 juta suara untuk Presiden Jokowi pada Pilpres 2014,” tuturnya.

AMAN menjadi wadah berhimpun 2.304 komunitas adat se-Indonesia yang terdiri dari 1.000 suku bangsa. Lembaga berusia 18 tahun itu mengklaim memiliki 17 juta anggota masyarakat adat, terbesar di dunia.

Janji Jokowi sudah dipenuhi saat pengukuhan Hutan Adat Tombak Haminjon dan delapan hutan adat lain seluas total 13.122 ha pada 30 Desember 2016.

Abdon mengungkapkan KMAN yang berlangsung di Medan, Sumut, akan mempertemukan sekitar 5.000 masyarakat adat dari seluruh Nusantara. Kongres bakal dijadikan ajang untuk memutuskan sikap komunitas adat terhadap pemerintah.

Ketika berdiri pada 1999, AMAN mengambil posisi konfrontatif. Sepuluh tahun kemudian, sikap lembaga itu berubah dengan mengedapankan dialog.

“Dari konfrontatif, dialog, setelah itu apa? Apakah kembali konfrontasi karena kecewa ataukah sudah merasa puas. Saya sendiri memilih untuk menawarkan rekonsiliasi dengan pemerintah,” ucap Abdon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, hutan adat, perhutanan sosial

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top