Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DPR: Petani Tembakau Harus Mendapatkan Perlindungan

Inisiator Rancangan Undang-undang (RUU) Pertembakauan, Mukhamad Misbakhun mengatakan bahwa alasan kesehatan yang dihembuskan oleh pihak anti tembakau dari luar negeri akan berefek negatif terhadap perlindungan petani tembakau dalam negeri.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 Maret 2017  |  22:25 WIB
Petani memanen daun tembakau di persawahan desa Mandisari, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (24/8). - Antara/Anis Efizudin
Petani memanen daun tembakau di persawahan desa Mandisari, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (24/8). - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA--Inisiator Rancangan Undang-undang (RUU) Pertembakauan, Mukhamad Misbakhun mengatakan bahwa alasan kesehatan yang dihembuskan oleh pihak anti tembakau dari luar negeri akan berefek negatif terhadap perlindungan petani tembakau dalam negeri.

Menurut Misbakhun, petani tembakau adalah profesi yang legal dan turun temurun sejak dari dulu. Karenanya, petani tembakau harus dilindungi sebagimana diatur dalam UUD yang menjamin perlindngan untuk setiap warga negara.

"Inilah yang kita perjuangkan, bahwa petani tembakau harus mendapat perlindungan. Kita menentang Indonesia meratifikasi perjanjian internasional sebelum ada UU yang melindungi petani," ujar Misbakhun, Rabu (1/3/2017).

Sebelumnya Anggota Komisi XIDPR dari Fraksi Partai golkar itu melakukan serap aspirasi bersama petani tembakau di Desa Joharan, Kecamatan Paiton, Probolinggo.

Misbakhun menjelaskan, jika petani tembakau ini tidak diatur, atau mengikuti perjanjian asing seperti Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) maka petani tembakau akan tersisih. Akibatnya pada akhirnya petani komoditas andalan Indonesia itu akan beralih jadi petani tomat, petani lombok dan lainnya.

Misbakhun menjelaskan bahwa kontribusi sektor tembakau bagi penerimaan negara mencapai ratusan triliun. Mulai dari sektor hulu sampai hilir mendapat keuntungan dari sektor usaha pertembakauan.

"Kita ingin di aturan UU Pertembakauan, semua produk rokok harus menggunakan produk Indonesia. Jangan sampai tembakau petani tak terserap," kata Misbakhun.

Melalui aturan itu, ada lembaga di daerah penghasil tembakau yang mentapkan harga yang sama-sama menguntungkan petani dan pabrikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr industri tembakau
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top