Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaku Industri Minta Hambatan Non Tarif Diperketat

Perlindungan non-tarif Indonesia termasuk longgar karena pemerintah menerapkan 272 aturan batasan impor.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 12 Februari 2017  |  19:21 WIB
Hariyadi Sukamdani
Hariyadi Sukamdani

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri meminta pemerintah lebih gencar memanfaatkan hambatan non-tarif untuk melindungi pasar dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menegaskan pemerintah harus semakin ketat melindungi pasar dalam negeri.

“Menurut saya harus ditutup. Kita harus pekuat industri dalam negeri kita. Pemerintah enggak bisa main-main,” katanya.

Dia mengatakan seluruh produk impor yang menggerus pasar produk buatan dalam negeri harus dipersulit peredarannya. Namun, pemerintah tidak boleh mempersulit arus masuk bahan baku industri atau pangan yang belum bisa dipenuhi secara domestik.

“Saya sarankan main saja di non-tarif. Segala macam aturan terapkan dan harus dipelajari agar tidak malah kena di WTO. Contoh saja berbagai macam aturan yang diterapkan negara maju,” kata Hariyadi kepada Bisnis, Minggu (10/2/2017).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan perlindungan non-tarif Indonesia termasuk longgar karena pemerintah menerapkan 272 aturan batasan impor.

Jumlah aturan batasan impor tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat yang memberlakukan 6.805 aturan, Uni Eropa dengan 4.780 aturan atau China dengan 2.194 aturan.

Aturan tersebut terdiri dari berbagai regulasi seperti pengenaan anti-dumping, tindak pengamanan perdagangan, kuota volume impor, subsidi ekspor, hingga standar.

“Negara industri maju sangat protektif, tetapi tidak lewat tarif. Mereka menggunakan non-tariff measures. Misalnya, paling besar di perlindungan atas produk pertanian,” kata Airlangga katanya, pekan lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor apindo hambatan non tarif
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top