Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ADB Siap Alokasikan Pinjaman ke Indonesia US$2 Miliar Per Tahun

Bank Pembangunan Asia (ADB) menegaskan komitmennya untuk mengalokasikan pinjaman kepada Pemerintah Indonesia sekitar US$2 miliar per tahun dalam jangka menengah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Februari 2017  |  13:52 WIB
ADB Siap Alokasikan Pinjaman ke Indonesia US$2 Miliar Per Tahun
Ilustrasi. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Bank Pembangunan Asia (ADB) menegaskan komitmennya untuk mengalokasikan pinjaman kepada Pemerintah Indonesia sekitar dua miliar dolar AS per tahun dalam jangka menengah.

Presiden ADB Takehiko Nakao menyebutkan strategi kemitraan tingkat negara ADB periode 2016-2019 dengan Indonesia berfokus pada peningkatan layanan infrastruktur, penguatan tata kelola ekonomi serta peningkatan pendidikan dan ketrampilan.

Sementara dalam operasi sektor swasta, ADB akan berinvestasi di berbagai sektor seperti energi bersih dan terbarukan, agribisnis, rumah sakit serta farmasi.

"Peningkatan investasi publik dan swasta di bidang infrastruktur penting guna memperluas basis perekonomian dan membuka lapangan kerja yang baik," ujar Nakao dalam konferensi pers bersama Menkeu Sri Mulyani Indrawati di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (1/2/2017),

Dukungan ADB di sektor energi akan memperluas jangkauan dan efisiensi jaringan kelistrikan nasional serta membantu pengembangan sumber energi bersih seperti gas alam dan panas bumi.

Investasi bagi irigasi pedesaan akan membantu meningkatkan produktivitas dan penghasilan pedesaan.

Di sektor perkotaan, ADB akan mendukung dibangunnya program sanitasi di berbagai kota.

ADB juga mendukung investasi swasta dalam infrastruktur, termasuk melalui penguatan kebijakan, kerangka kelembagaan dan persiapan proyek-proyek kerja sama publik dan swasta (KPS).

Menggunakan pendekatan berbasis program, ADB akan mendukung reformasi secara bertahap dalam jangka menengah dan panjang.

Di bidang menejemen pengeluaran publik, fokusnya adalah pada peningkatan mutu belanja negara, termasuk membuatnya yang lebih tepat sasaran untuk membantu kelompok miskin.

ADB juga akan memperdalam dukungan di bidang pengembangan sektor keuangan, inklusi keuangan dan peningkatan iklim investasi.

Sebagai salah satu negara pendri ADB pada 1966, Indonesia telah menerima US$31,8 miliar  dalam bentuk pinjaman negara maupun non-negara, serta US$3,2 juta dalam bentuk bantuan teknis dan hibah.

Dukungan ADB difokuskan pada pengelolaan sumber daya alam, pendidikan, energi,keuangan, transportasi dan pasokan air serta layanan perkotaan lain.

Tahun 2016, ADB memberikan dukungan senilai US$1,75 miliar  (termasuk US$17 juta  dalam bentuk hibah) kepada Indonesia, US$1,26 miliar  di antaranya diperuntukkan bagi pemerintah.

Sementara itu operasi sektor swasta ADB pada 2016 sejumlah US$475 juta  atas pinjaman dan investasi ekuitas di sejumlah proyek panas bumi dan gas guna mendukung opsi bahan bakar rendah karbon bagi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ADB Pinjaman ADB

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top