Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAWASAN INDUSTRI: Investasi Baru Masih Sepi

Luas lahan terjual tersebut jauh di bawah marketing sales ideal seluas minimal 40 hektare per tahun dan hanya sekitar 10% dari titik penjualan puncak pada 2013 yang mencapai 100 hektare.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 07 Desember 2016  |  20:59 WIB
KAWASAN INDUSTRI: Investasi Baru Masih Sepi
/suryainternusa
Bagikan

Bisnis.com, KARAWANG — PT Surya Semesta Internusa Tbk memperkirakan kawasan industri di Jabodetabek masih sepi investasi baru hingga 2017.

Presiden Direktur PT Surya Semesta Interusa Tbk, Johannes Suriadjaja, mengatakan faktor ketidakpastian perkembangan ekonomi global membuat investasi baru di area Jabodetabek seret.

Dia memaparkan area lahan industri terjual (marketing sales) di Kota Industri Suryacipta sepanjang 2016 hanya seluas 10 hektare kepada tiga perusahaan.

Luas lahan terjual tersebut jauh di bawah marketing sales ideal seluas minimal 40 hektare per tahun dan hanya sekitar 10% dari titik penjualan puncak pada 2013 yang mencapai 100 hektare.

Johannes berharap realisasi investasi baru tumbuh semakin cepat pada 2017 dan membuat kinerja prapenjualan di Suryacipta membaik.

Namun, dia memperkirakan pertumbuhan prapenjualan tahun depan belum bisa mencapai titik ideal karena belum ada perubahan pada kondisi ekonomi global. Ekonomi China diperkirakan masih melambat, sedangkan ekonomi di Amerika Serikat dirundung ketidakpastian setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden.

“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa tambah 20 hektare, tumbuh tapi low-based. Idealnya itu naik 40—60 hektare per tahun masih belum tercapai. Belum bisa ideal,” kata Johannes di sela acara peresmian Suryacipta Centre of Information, Rabu (7/12/2016).

Johannes menjelaskan sinyal positif terhadap perkembangan pemanfaatan kawasan industri tahun depan muncul dari minat investor yang masih stabil.

Pengelola Suryacipta, misalnya, kedatangan calon investor dari perusahaan manufaktur yang bergerak di sektor industri otomotif, farmasi, dan bahan bangunan.

Suryainternusa juga memperlebar usaha melalui pengembangan kawasan industri di area Subang mengantisipasi perkembangan setelah pelabuhan di Patimban terealisasi.

“Kami melihat itu adalah lahan yang cukup strategis. Kami juga melihat upah minimum di sini juga cukup tinggi makanya banyak yang pindah ke Jawa Tengah. Namun, kami tetap konsentrasi kepada industri yang tidak terlalu padat karya,” kata Johannes.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan industri surya semesta internusa
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top