Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aset 50 Orang Terkaya di Indonesia Meningkat, Hartono Bersaudara Masih Nomor Satu

Total kekayaan 50 orang terkaya di Indonesaia versi Forbes meningkat 7,61% di tengah terus membaiknya perekonomian Indonesia.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 01 Desember 2016  |  10:19 WIB
Budi dan Michael Hartono masih menempati peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia - Forbes
Budi dan Michael Hartono masih menempati peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia - Forbes

Bisnis.com, JAKARTA— Total kekayaan 50 orang terkaya di Indonesaia versi Forbes meningkat 7,61% di tengah terus membaiknya perekonomian Indonesia.

Dalam keterangan resminys, Forbes memaparkan bahwa lebih setengah dari 50 orang terkaya di Indonesia menjadi semakin kaya. Hal ini terlihat dari total kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes yang naik 7,61% dari US$92 miliar tahun lalu menjadi US$99 miliar tahun ini.

Adapun, Hartono bersaudara masih menempati peringkat pertama untuk ke delapan kalinya secara berturut-turut dengan nilai aset bersih senilai US$17,1 miliar. Budi dan Michael Hartono juga mencatatkan kenaikan nilai aset yang paling besar tahun ini senilai US$1,7 miliar dari tahun lalu.

Kenaikan harga saham Bank Central Asia (BBCA) dinilai menjadi kontributor terbesar kekayaan Hartono bersaudara. Keduanya juga dilaporkan mentransfer saham Bank Central Asia senilai lebih dariUS $13 miliar dari perusahaan luar negeri ke perusahaan lokal, yang diduga terkait dengan program tax amnesty.

Kemudian, Susilo Wonowidjojo menempati peringkat ke 2 dalam daftar dengan kekayaan senilai US$7,1 miliar. Kekayaannya tahun ini naik sebesar US$1,6 miliar seiring dengan kenaikan harga saham produsen rokok Gudang Garam yang dimiliki oleh keluarga Wonowidjojo. Susilo merupakan presiden direktur Gudang Garam.

Orang kaya lainnya, yakni Anthoni Salim kembali menempati posisi ketiga dengan aset bersih senilai US$5,7 miliar, naik dari $5,4 miliar tahun lalu. Di pengujung 2015, Salim Group menghimpun dana sebesar US$1 miliar dari beberapa perusahaan private equity untuk mendanai ekspansi grup.

Selain itu, Salim Group juga mengakuisisi tambang batubara di New South Wales senilai US$224 juta di Jauari lalu, membeli saham jaringan ritel kopi Korea Caffebene pada Maret, dan baru-baru ini membuka pabrik mie instan di Serbia. Saat ini Salim juga tengah dalam proses akuisisi perusahaan pengolahan sayuran China Minzhong Food.

Justin Doebele, Chief Editorial Advisor Forbes Indonesia mengatakan reformasi yang Presiden Joko Widodo telah membuahkan hasil. Kondisi ekonomi yang membaik dan iklim usaha yang lebih ramah berdampak pada kenaikan aset 36 dari 50 orang terkaya di Indonesia.

Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar 5% tahun ini, meningkat dari 4,7% pada 2015. Semua ini telah meningkatkan kepercayaan diri investor diindikasi juga dari kenaikan IHSG sebesar 18% dalam setahun terakhir sampai 16 November lalu, menjadikannya salah satu dengan pertumbuhan tertinggi di dunia.

Kenaikan harga saham di bursa turut mempengaruhi sebagian besar peningkatan aset orangorang terkaya di Indonesia. Misalnya, kenaikan saham Adaro Energy (ADRO) sebesar 165% setahun belakangan, turut mendongkrak aset empat orang dalam daftar orang terkaya di Indonesia, antara lain Theodore Rachmat (peringkat ke-11 dengan aset US$1,85 miliar), Presdir Adaro Energy Garibaldi Thohir (Peringkat ke-32 dengan aset US$1,05 miliar), dan Benny Subianto (peringkat ke-33 dengan aset US$950 juta).

Adaro sebagai salah satu eksportir batubara terbesar diuntungkan dengan peningkatan harga akibat meningkatnya permintaan dari India dan Cina. Adaro juga membangun tiga pembangkit di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah.

Pengusaha lain yang asetnya melonjak tajam adalah pendiri Mayapada Group, Tahir (peringkat ke-8 dengan aset US$3,1 miliar), yang bergerak di bisnis perbankan, jaringan rumah sakit dan properti. Aset bersih yang dimiliki Tahir tahun ini meningkat US$1,1 miliar dari US$2 miliar tahun lalu.

Salah satu dari tiga pengusaha yang masuk kembali dalam daftar orang terkaya di Indonesia dan dengan kenaikan persentase kekayaan tertinggi adalah Prajogo Pangestu (peringkat ke-25 dengan kekayaan US$1,26 miliar). Prajogo merupakan mantan pengusaha kayu yang sekarang mengelola perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia PT Barito Pacific.

Pengusaha lain yang kembali dalam daftar adalah Handojo Santosa (peringkat ke-42 dengan US$740 juta). Harga saham perusahaan ternaknya yang tercatat di bursa Singapura Japfa naik 80% akibat masuknya investasi sebesr US$81 juta dari perusahaan private equity asal AS, KKR. Pengusaha ketiga yang masuk kembali dalam daftar adalah George and Sjakon Tahija (peringkat ke-50 dengan US$420 juta), yang harga saham perusahaan milik mereka Austindo Nusantara Jaya naik hampir 25%.

“Tahun ini, minimal aset bersih yang diperlukan untuk masuk dalam daftar adalah $420 juta atau naik dari US$400 juta tahun lalu,” paparnya, Kamis (1/12/2016).

Berikut adalah daftar 10 orang terkaya di Indonesia:

1) Budi & Michael Hartono; US$17,1 miliar

2) Susilo Wonowidjojo; US$7,1 miliar

3) Anthoni Salim; US$5,7 miliar

4) Eka Tjipta Widjaja; US$5,6 miliar

5) Sri Prakash Lohia; US$5 miliar

6) Chairul Tanjung; US$4,9 miliar

7) Boenjamin Setiawan; US$3,3 miliar

8) Tahir; US$3,1 miliar

9) Murdaya Poo; US$2,1 miliar

10) Mochtar Riady; US$1,9 miliar

*Aset berupa perusahaan terbuka dihitung berdasarkan harga saham dan nilai tukar pada tanggal 16 November. Sementara, perusahaan tertutup dinilai dengan perusahaan publik pembanding.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang terkaya forbes
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top