Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementan dan Kementerian PUPR Diminta Bangun Irigasi di Merauke

Anggota DPR meminta Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun sistem irigasi di Kabupaten Merauke, Papua, guna mendukung program cetak sawah seluas 1 juta hektare.nn
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 14 November 2016  |  19:44 WIB
Pengairan sawah - Antara
Pengairan sawah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Anggota DPR meminta Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun sistem irigasi di Kabupaten Merauke, Papua, guna mendukung program cetak sawah seluas 1 juta hektare.

Anggota Komisi IV DPR Andi Nawir menilai sistem irigasi harus menggantikan sistem tadah hujan yang masih digunakan oleh Pemkab Merauke. Karena itu, menurut dia, perlu ada keterlibatan lintas kementerian untuk memperbaiki sistem saat ini.

“Harus ada konektivitas antara Kementan dan Kementerian PUPR agar bisa menyelesaikan secara total. Kelak, hasilnya bisa dimanfaatkan juga oleh masyarakat Merauke,” katanya dalam pernyataan resmi, Senin (14/11/2016).

Selain irigasi, Politisi Partai Gerindra ini mengatakan persoalan dalam program cetak sawah adalah alih fungsi lahan dari hutan menjadi sawah. Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah membuka diri agar Pemkab Merauke mengajukan surat resmi konversi hutan kepada Pemprov Papua. Selanjutnya Pemprov akan mengajukan permohonan izin alih fungsi lahan kepada KLHK.

“Saya kira Pemda harus betul-betul cepat menangani persoalan ini, sehingga dapat dikelola secara baik,” ujar Andi.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, sejumlah korporasi raksasa berminat untuk menggarap bisnis penanaman padi di Merauke. Beberapa di antaranya adalah Grup Rajawali, Grup Wilmar, dan Grup Korindo.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

irigasi komisi iv dpr merauke dewan perwakilan rakyat
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top