Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspansi ke Prancis, Mitra Kerinci Fokus Tingkatkan Kualitas Produk

PT Mitra Kerinci memfokuskan peningkatan kualitas produk, menyusul ekspansi bisnis perseroan dengan ekspor ke pasar Eropa yang dilakukan sejak Agustus tahun ini.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 26 Oktober 2016  |  18:38 WIB
Ekspor produk PT Mitra Kerinci - Ilustrasi
Ekspor produk PT Mitra Kerinci - Ilustrasi

Bisnis.com, PADANG - PT Mitra Kerinci memfokuskan peningkatan kualitas produk, menyusul ekspansi bisnis perseroan mengekspor ke pasar Prancis yang dilakukan sejak Agustus tahun ini.

Direktur Mitra Kerinci Yosdian Adi Pramono mengatakan ekspor untuk pasar Eropa sudah dilakukan sejak Agustus lalu dengan tujuan Prancis, setelah terjadi kesepakatan dengan dengan Negeri Mode tersebut.

“Fokusnya memang kualitas produk, karena pasar Eropa sangat selektif. Mereka memperhatikan proses yang sehat dan ramah lingkungan, sehingga tidak semua produk bisa masuk Eropa,” katanya, Rabu (26/10/2016).

Dia menyebutkan masuknya Mitra Kerinci, anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang berbasis di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, menyasar pasar Eropa dinilai akan menjadi pintu masuk produk lainnya ke kawasan itu.

Artinya, dengan masuk Prancis, maka produk teh Mitra Kerinci diperkirakan juga akan menyebar di negara-negara lainnya di kawasan itu. Yosdian mengungkapkan ekspor dilakukan dengan pengiriman satu kontainer atau sekitar 12 ton teh hijau per bulan ke Prancis.

Menurutnya, persyaratan untuk masuk ke pasar Eropa sangat ketat, karena ketentuan Euro Union untuk produk pangan memiliki standar yang tinggi, sehingga menyulitkan produk Indonesia bebas masuk pasar Eropa.

Contoh kecil dari ketentuan tersebut misalnya, tanaman teh untuk produk yang diekspor itu tidak menggunakan pestisida dan bebas dari asap, serta ketentuan lain dari proses penanaman, perawatan, hingga produksi.

“Wah, ribet syarat-syaratnya, tetapi ketentuannya kami diikuti, sehingga Mitra Kerinci bisa masuk pasar Eropa,” katanya.

Sebelumnya, produksi teh dari kebun Liki di Solok Selatan itu, hanya diekspor di negara-negara Asia, seperti Taiwan dan Hong Kong dengan produk teh hijau dan teh hitam.

Teh dengan brand Liki itu memfokuskan pembuatan teh hijau yang mencapai 80% dari volume produksi perseroan. Sisanya, adalah teh hitam dan teh putih.

Mitra Kerinci mengerjakan lahan seluas 2.025 hektare dengan produksi pucuk basah sebanyak 19.600 ton per tahun. Namun, dari total luas lahan tersebut hanya sekitar 1.000 hektare yang berproduksi dengan baik.

Yosdian mengklaim produktivitas kebun perusahaan plat merah tersebut merupakan yang tertinggi di Tanah Air dengan produktivitas mencapai 4,6 ton per hektare per tahun.

Adapun, perseroan berencana melakukan infilling atau pengisian kembali tanaman teh untuk 1.000 hektare lahan yang tidak optimal selama 3 tahun ke depan.

“Mulai tahun ini, kami infilling lahan 1.000 hektare supaya produksi keseluruhan kebun bisa lebih banyak,” katanya.

Perseroan juga berencana mengembangkan produk ritel dengan brand Teh Minang untuk dipasarkan secara umum di masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mitra Kerinci
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top