Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dualisme Standar Bagi Produsen Kabel Dinilai Merepotkan

Pabrikan lebih condong mengikuti SNI karena standarnya sesuai dengan standar International Electrotechnical Comission
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  00:07 WIB
Sejumlah pekerja memasang kabel optik saluran listrik di jalan Gajah Mada, Jakarta - Antara
Sejumlah pekerja memasang kabel optik saluran listrik di jalan Gajah Mada, Jakarta - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Dualisme standar yang masih berlaku dalam instalasi kabel di Indonesia merepotkan produsen kabel.

Ketua Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel) Noval Jamalullail mengatakan beberapa instansi masih meminta produk kabel memenuhi standar PT PLN (Persero) atau SPLN meskipun saat ini sudah berlaku pewajiban standar nasional indonesia (SNI) bagi produk kabel listrik.

Perbedaan kedua standar sebetulnya tidak terlalu besar, misalnya, hanya mencakup pewarnaan dan pelabelan. Namun, dualisme standar tersebut membuat produsen kabel terbebani oleh biaya ganda karena harus menjalani dua proses sertifikasi yang berbeda.

“Tidak masalah jika kabel digunakan oleh PLN. Ada kabel-kabel khusus yang cuma digunakan oleh PLN untuk transmisi karena yang pakai dan beli cuma PLN. Hanya saja buat produk kabel yang digunakan di pasar seperti tegangan rendah sampai tegangan menengah untuk instalasi gedung ini merepotkan pabrik,” kata Noval, Rabu (24/8/2016).

Dia menyarankan penyeragaman standar oleh seluruh pengguna dengan mengikuti ketentuan SNI. Pabrikan lebih condong mengikuti SNI karena standarnya sesuai dengan standar International Electrotechnical Comission yang terus diperbarui, sementara standar PLN tidak berubah sejak 1998–2000.

Noval mengatakan produsen juga akan memastikan dualisme standar tersebut tidak terulang dalam SNI kabel telekomunikasi yang saat ini sedang disusun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pln sni standardisasi kabel
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top