Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banjir Impor China, Maspion Minta Safe Guard Aluminium

Pemerintah saat ini mengenakan bea masuk 5% untuk impor produk lembaran alumunium, sedangkan pemerintah China mengenakan pajak impor 15% bagi produk serupa.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 01 Juli 2016  |  21:36 WIB
/Bisnis.com
/Bisnis.com

BIsnis.com, JAKARTA - Grup Maspion meminta pengenaan safe guard bagi impor aluminium sheet dan aluminium foil untuk untuk melindungi industri dalam negeri.

Presiden Direktur Grup Maspion Alim Markus menjelaskan saat ini pemerintah mengenakan bea masuk 5% untuk impor produk lembaran alumunium, sedangkan pemerintah China mengenakan pajak impor 15% bagi produk serupa.

“Kami minta diperhatikan supaya disesuaikan. Jika seperti sekarang, barang China nyerbu terus di sini. Kita kan market-nya jadi diambil China, selama ini sudah diambil China 50%,” katanya usai bertemu Menteri Perindustrian Saleh Husin, Jumat (1/7/2016).

Alim meminta Menperin mendukung permintaan Maspion, sebagai produsen aluminium sheet dan aluminium foil, menaikkan bea masuk bagi impor China dari 5% menjadi 15% sebagai tindakan safe guard.

Penaikkan bea masuk, tegasnya, tidak akan mengganggu pasokan bagi industri pengguna karena kapasitas produksi aluminium foil dan aluminium sheet domestik melebihi permintaan pasar.

Maspion memiliki 4 pabrik yang bisa memproduksi hingga 150.000 ton lembar berbasis aluminium per tahun dibandingkan dengan permintaan per tahun yang berkisar 80.000 ton—100.000 ton per tahun.

“Saya janji [pasokannya memadai], demi tuhan! [Pasokan] melebihi, suplai sangat cukup. Kami bahkan ekspor hingga ke Amerika Serikat,” kata Alim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Safeguard maspion group aluminium bea masuk impor
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top