Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MENTERI KEUANGAN: 385,5 Ton Daging Sapi Impor Ilegal Diamankan

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan terjadi lonjakan penyelundupan atau importasi ilegal daging sapi pada 2016 mencapai 385,5 ton.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 30 Juni 2016  |  15:25 WIB
Ilustrasi: Daging oplosan. - ANTARA
Ilustrasi: Daging oplosan. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA -  Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan terjadi lonjakan penyelundupan atau importasi ilegal daging sapi pada 2016 mencapai 385,5 ton.

"Pada 2015 daging sapi yang dicegah hanya 23,4 ton. Saat ini sampai Juni sudah 385,5 ton ada upaya melakukan importasi daging sapi secara ilegal," kata Bambang di Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Bambang mengatakan hal tersebut saat memberikan hibah 21,8 ton daging sapi hasil pencegahan kepada Menko PMK yang nantinya akan didistribusikan oleh Kementerian Sosial ke penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Untuk itu Bea Cukai dan Kementerian Keuangan akan melakukan upaya-upaya untuk mencegah barang-barang masuk ke wilayah Indonesia secara tidak sah.

Selain menghibahkan 21,8 ton daging yang tidak sesuai kuota tersebut, dua hari ke depan juga akan dilakukan pelelangan terhadap 163 ton daging.

"Dua hari lagi akan lakukan pelelangan terhadap pencegahan impor sebesar tujuh kontainer yang berisi 163 ton daging yan dicegah pada 21 Mei 2016 yang berasal dari Australia dan Selandia Baru," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini sedang dipersiapkan lelang dan diharapkan daging bisa langsung didistribusikan.

"Kita akan minta kepada pemenang lelang untuk menjualnya dengan harga yang terjangkau masyarakat. Sesuai arahan presiden harga yang terjangkau itu sekitar Rp80.000," tambah dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging impor

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top