Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bawang Merah Impor Masuk, Pedagang Pasar Induk Kramat Jati "Ngambek"

Pedagang eceran Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, akan menolak jika ditawari bawang merah impor dari pemerintah.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 05 Juni 2016  |  16:24 WIB
Bawang merah - Ilustrasi
Bawang merah - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pedagang eceran Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, akan menolak jika ditawari bawang merah impor dari pemerintah.

Sebagaimana diketahui, keputusan mengimpor bawang merah ditetapkan dalam Rakor Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 24 Mei 2016. Pemerintah membuka keran impor sebanyak 2.500 ton guna menekan harga yang sempat mencapai Rp40.000 per kilogram.

Seorang pedagang bawang Pasar Induk Kramat Jati, Iyem, mengatakan beberapa tahun silam dirinya sempat menjajakan bawang merah impor. Harga komoditas luar negeri itu dibanderol Rp20.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan bawang asal Brebes, Jawa Tengah.

“Tapi pembeli kurang suka. Walaupun lebih mahal, mereka suka bawang merah lokal karena rasa dan ukurannya,” katanya kepada Bisnis, Sabtu (4/6/2016).

Iyem mengatakan bawang merah yang dijajakannya seharga Rp32.000 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut sudah turun dari beberapa hari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp36.000/kg. “Harga tergantung jumlah kiriman dari Brebes. Kalau pas puasa nanti mungkin bisa Rp37.000 per kg,” katanya.

Berdasarkan pengakuan sejumlah pedagang eceran lainnya, harga sejumlah komoditas di Pasar Induk Kramat Jati mulai berangsung-angsur stabil.

Harga cabe merah keriting sudah dijual Rp16.000/ kg padahal sehari sebelumnya menyentuh angka Rp20.000. Adapun, harga tomat praktis tidak mengalami kenaikan berarti dan dibanderol Rp10.000 per kilogram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor bawang merah pasar induk kramat jati impor bawang merah
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top