Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PROYEK TOL: Pengadaan Lahan, 17 Badan Usaha Siap Talangi Rp7,3 triiliun

Pengadaan Lahan Tol;17 Badan Usaha Siap Talangi Rp7,3 triiliun Bisnis.com,JAKARTA---Pemerintah menyatakan hingga kini terdapat 17 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang bersedia menalangi dana pengadaan lahan tol. Total nilai dana talangan yang disediakan investor tersebut mencapai Rp7,3 triliun.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 23 April 2016  |  06:00 WIB
PROYEK TOL: Pengadaan Lahan, 17 Badan Usaha Siap Talangi Rp7,3 triiliun
Perkembangan pembangunan jalan tol hingga Januari 2016. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menyatakan hingga kini terdapat 17 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang bersedia menalangi dana pengadaan lahan tol. Total nilai dana talangan yang disediakan investor tersebut mencapai Rp7,3 triliun.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menyatakan pihaknya telah melakukan adendum terhadap Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang dimiliki seluruh badan usaha yang bersedia menalangi dana lahan.

PPJT seluruhnya sudah kita adendum, tetapi ternyata uangnya tetap belum bisa langsung digunakan, harus ada peraturan baru dari Kementerian PU mengenai mekanisme dana talangan ini, ujarnya kepada Bisnis.Com, Jumat (22/4/2016).

Menurutnya, total dana talangan senilai Rp7,3 triliun itu akan digunakan untuk pengadaan lahan di ruas-ruas tol Jabodetabek, Trans Jawa, Trans Sumatera, dan non Trans Jawa. Dana itu nantinya akan diganti pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang saat ini tengah dibentuk oleh Kementerian Keuangan.

Data BPJT mencatat, PT Hutama Karya selaku pemilik konsesi Trans Sumatera bersedia menalangi lebih dari Rp2 triliun untuk tanah empat ruas prioritas, dan Rp1,2 triliun di antaranya akan digunakan untuk ruas BakauheuniTerbanggi Besar.

Sementara itu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Waskita Tollroad akan mengucurkan Rp2,1 triliun. Dana talangan itu rencananya akan digunakan untuk ruas tol CimanggisCibitung dan BekasiCawangKampung Melayu.

Adapun PT Jasa Marga (Persero) Tbk sejauh ini bersedia menalangi Rp3,1 triliun, yang akan digunakan untuk lahan tol Jabodetabek, Trans Jawa, MedanKualanamuTebingtinggi serta GempolPasuruan. Jumlah ini, ujar Herry, berpotensi bertambah sebab pihaknya masih berunding mengenai dana talangan di beberapa ruas.

Seperti di SerpongKunciran, tadinya investor [Jasa Marga] bersedia keluarkan Rp500 miliar, tetapi jumlah segitu untuk Jabodetabek hanya dapat tanah untuk setengah seksi. Jadi sedang saya usulkan tambah lagi hingga Rp1,2 triliun supaya satu seksi bisa beroperasi, karena tanggung, ujarnya.

Sesuai Undang-UUNo.2/2012tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, proses dan biaya pengadaan lahan untuk proyek infrastruktur sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun, anggaran dana pengadaan lahan tol senilai Rp1,4 triliun di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah habis terserap sejak Februari 2016.

Oleh karena itu, pemerintah kini meminta badan usaha menalangi biaya pengadaan lahan. Uang lahan itu nantinya akan diganti oleh biaya tanah Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), beserta biaya bunga sebagai kompensasi bagi badan usaha senilai BI Rate.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek tol
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top