Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KCJ Minta Sterilisasi Jalur KRL Jabodetabek

Operator kereta listrik, PT KAI Commuter Jabodetabek menginginkan adanya sterilisasi wilayah penduduk yang sangat berdekatan dengan rel.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 28 Maret 2016  |  16:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Operator kereta listrik, PT KAI Commuter Jabodetabek menginginkan adanya sterilisasi wilayah penduduk yang sangat berdekatan dengan rel.
 
Manajer Komunikasi PT KCJ Eva Chairunnisa mengatakan hal tersebut setelah lintas KRL di sekitar Kampung Bandan beberapa kali mengalami gangguan perjalanan. Adapun terkait dengan kebakaran rumah penduduk merupakan faktor eksternal yang berada di luar lingkup kereta api.
 
“Tentunya kami berharap hal tersebut tidak terjadi lagi,” katanya pada Minggu malam (27/3).
 
Dia menambahkan, selama ini usaha-usaha untuk menyampaikan agar sterilisasi itu dilakukan sudah ada, dan pada rapat-rapat kordinasi bersama antar instansi terkait. Hanya saja, dia mengatakan, fokus KCJ tetap pada wilayah yang dilalui KRL.
 
Saat ini ketika terjadi kebakaran rumah penduduk yang berdekatan dengan jalur kereta, dia mengatakan, perusahaan mengantisipasinya dengan mematikan listrik aliran atas apabila dianggap berbahaya.
 
Adapun terkait kereta listrik, akan dilakukan pengaturan ulang rute atau rerouting. Sejak Januari tahun ini, dia mengatakan, setidaknya ada 4 kali gangguan terhadap KRL. Kondisi tersebut menyebabkan kerugian seperti terganggunya pelayanan terhadap penumpang.
 
Banyak jadwal perjalanan kereta listrik yang dibatalkan. Kondisi tersebut membuat KRL tidak bisa mengangkut penumpang seperti biasanya.
 
Menanggapi gangguan berulang tersebut, Direktur Eksekutif Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Deddy Herlambang menuturkan, memang harus ada sterilisasi rel kereta api sesuai dengan undang-undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
 
Saat ini, dia menilai, rel-rel kereta api yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) bahkan Indonesia masih belum sepenuhnya steril. “Kita liat tidak sampai 6 meter di daerah Manggarai, Tanah Abang,” tambahnya.
 
Oleh karena itu tidak heran jika terdapat masalah saat terjadi kebakaran di perumahan penduduk pada minggu lalu. Dia menuturkan, kondisi kebakaran tersebut seharusnya tidak mengganggu ribuan orang yang menggunakan jasa transportasi kereta.
 
Adapun terkait dengan sterilisasi tersebut, dia menilai, merupakan tanggung jawab pemerintah daerah setempat.
 
Dia menuturkan, untuk melakukan steriliasi bukan mengenai sulit atau tidak. Tapi lebih kepada kemauan pemerintah daerah untuk bersikap berani atau tidak. Untuk melakukan sterilisasi rel-rel yang ada di DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus bertindak tegas.
 
Setelah sterilisasi dilakukan, dia mengungkapkan, sepanjang rel tersebut dapat dipasang pagar. Dengan begitu, orang atau apa pun seperti binatang tidak dapat melintas rel sembarangan. Menurutnya, jangan sampai hanya karena “Satu Sapi, ribuan penumpang terancam keselamatannya,” tambahnya
 
Deddy menilai, terkait dengan sterilisasi tersebut, antara pemprov dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat ini masih saling tuding. Menurutnya, hal itu dapat terjadi karena tidak ada yang mengatur dalam satu perintah.
 
Oleh karena itu, MTI berharap pada Badan Penyelenggara Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Nantinya BPTJ tersebut, dia menuturkan, dapat mengambil-alih tugas tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kcj krl jabodetabek
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top