Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kawasan Tanpa Rokok Marak, PAD Bali dari Rokok Jeblok

Realisasi pendapatan asli daerah Bali yang bersumber dari pajak rokok terus mengalami penurunan.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 15 Maret 2016  |  13:48 WIB
Dilarang merokok.  - bisnis.com
Dilarang merokok. - bisnis.com

Bisnis.com, DENPASAR - Realisasi pendapatan asli daerah Bali yang bersumber dari pajak rokok terus mengalami penurunan.

Dina Pendapatan Daerah (Dispenda) Bali mencatat, pada 2014, realisasi‎ Rp122 miliar dari target Rp137 miliar, sedangkan 2015, realisasi Rp194 miliar dari target Rp205 miliar.

Kadispenda Bali I Made Santha menduga tidak terealisasinya perolehan pajak rokok karena program kawasan tanpa rokok (KTA) yang dicanangkan pemda sukses.

Pemprov Bali menerapkan kebijakan KTA di sejumlah fasilitas umum seperti rumah sakit, tempat ibadah, sekolah dan perkantoran.

"‎Bisa jadi [karena KTA]. Mungkin ini juga bisa dianggap keberhasilan oleh pemerintah pusat," tuturnya, Selasa (15/3/2016).

Pajak rokok merupakan retribusi yang dikirimkan oleh pemerintah pusat ke setiap daerah.‎ Santha menjelaskan penurunan realisasi pajak rokok berpengaruh terhadap pencapaian keseluruhan PAD Bali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendapatan daerah
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top