Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Hotspot Properti Incaran Investor di Asia

Perlambatan ekonomi China membuat pasar properti di kawasan tersebut mulai merosot. Investor kini mulai mencari lokasi lain untuk menggelontorkan dananya di sektor properti.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 15 Februari 2016  |  20:15 WIB
Ini Hotspot Properti Incaran Investor di Asia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Perlambatan ekonomi China membuat pasar properti di kawasan tersebut mulai merosot. Investor kini mulai mencari lokasi lain untuk menggelontorkan dananya di sektor properti.

Situs properti global Lamudi menyusun daftar lokasi properti yang saat ini menjadi incaran baru para investor di Asia tahun ini. Berikut ini daftarnya:

Boracay, Filipina

Pulau Boracay kini menjadi hotspot investasi residensial yang sedang berkembang. Dengan sebuah bandara baru yang akan dibuka tahun ini dan peluncuran pembangunan properti yang besar, Boracay menjadi lebih terkenal di antara pembeli residensial dan properti komersial. Meski pasar properti Boracay masih jauh dari puncaknya, tetapi dengan pembangunan yang terus menerus dilakukan nilai real estate di sini masih relatif rendah.

Surabaya, Indonesia

Meski Ibukota Indonesia, Jakarta mungkin tampak sebagai pilihan yang lebih nyata, kota terbesar kedua di negara ini sekarang menjadi tempat yang paling disukai di antara investor properti. Harga properti di Surabaya juga kompetitif bila dibandingkan dengan Jakarta.

Walaupun pertambahan harga di sini adalah yang tertinggi di Jawa Timur, namun itu diiringi dengan meningkatnya permintaan pada sektor residensial dan peningkatan aktivitas komersial seperti perusahaan asuransi yang besar, telekomunikasi serta pertambangan yang juga tertarik untuk melakukan ekspansi ke kota ini.

Yangon, Myanmar

Kini Myanmar telah membuka dirinya terhadap dunia luar dan harga real estate di negara ini melonjak naik. Dampak terutama sangat terasa di Yangon, yang merupakan penghubung negara-negara Asia Tenggara. Perubahan sedang terjadi di pasar perbatasan ini, apalagi dengan adanya UU Kondominium baru yang disahkan bulan Januari dan memungkinkan kepemilikan asing bangunan bertingkat tinggi.

Selain itu, setelah pemilu baru-baru ini dimenangkan oleh Liga Demokrasi Nasional, harapan tinggi bahwa pemerintahan demokrasi yang baru akan mengambil tindakan lebih lanjut untuk merangsang pertumbuhan real estate.

Gampaha, Sri Lanka

Kota terbesar di Sri Lanka, Kolombo, biasanya menjadi target oleh para investor real estate. Pun begitu, permintaan akan lokasi selain daerah penghubung komersial di negara tersebut juga mengalami kenaikan.

Berdasarkan data Lamudi, Gampaha adalah lokasi kedua yang paling dicari oleh para pencari hunian di Sri Lanka dengan angka pencarian yang meningkat daripada tahun 2015. Harga properti di sini pun masih relatif rendah dengan permintaan yang tinggi, ditambah lagi sekarang banyak warga yang memilih untuk tinggal di Gampaha dan melakukan perjalanan pulang-pergi untuk bekerja di Kolombo.

Chittagong, Bangladesh

Kota pelabuhan Chittagong termasuk ke dalam lokasi yang strategis, dengan pertambahan infrastruktur dan perkembangan ekonomi yang menyeluruh. Pembangunan berlangsung dengan sangat baik di sini dan Kementerian Perencanaan Bangladesh kini sedang menyoroti proyek infrastruktur di wilayah Chittagong yang bernilai lebih dari US$7 milyar.

Proyek unggulan pada proposal tersebut adalah proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Chittagong dengan Kunming di baratdaya Cina, melalui Cox’s Bazar dan Myanmar. Ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan, karena pasar properti di kota ini telah menunjukkan pertumbuhan yang cepat beberapa tahun ini, dengan harapan ini akan terus berlanjut di tahun 2016.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi china investasi properti
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top