Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurangi Konsumsi, Cukai Rokok Nasional Diusulkan Naik

Komisi Nasional Pengendalian Tembakau mengusulkan kepada pemerintah untuk menaikkan tarif cukai rokok agar harga terkerek naik demi mengendalikan konsumsi rokok nasional.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 27 Januari 2016  |  16:58 WIB
Bisnis.com, JAKARTA--Komisi Nasional Pengendalian Tembakau mengusulkan kepada pemerintah untuk menaikkan tarif cukai rokok agar harga terkerek naik demi mengendalikan konsumsi rokok nasional.
 
Penasehat Komnas Pengendalian Tembakau Nafsiah Walinono Mboi menyebutkan harga rokok di Indonesia tercatat paling murah di antara negara kawasan. Akibatnya, warga berpendapat rendah, bahkan anak di bawah umur juga bisa membeli rokok dengan leluasa.
 
"Usulan kami adalah harga rokok dinaikkan, cukainya dinaikkan, dan pembatasan iklan dan penjualan kepada generasi muda,"katanya usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Rabu(27/1/2016).
 
Pengendalian konsumsi rokok, sambungnya, harus dilakukan agar tidak merugikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
 
Widyastuti Soerjo, Ketua I Komnas Pengendalian Tembakau, memperkirakan rerata jumlah perokok baru yang hadir setiap hari mencapai 45.000 orang.
 
Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab, pemerintah akan mempertimbangkan usulan Komnas Pengendalian Tembakau terkait penaikkan tarif cukai tembakau.
 
"Ya namanya usukan boleh kan, nanti kita pertimbangkan,"ucapnya.
 
Pada kesempatan tersebut, dia juga mengatakan Komnas Pengendalian Tembakau juga meminta pemerintah menandatangani ratifikasi pembatasan tembakau internasional.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cukai rokok industri tembakau
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top