Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ahli Geologi Ini 'Keukeuh' Membela Pengeboran Sumur Lapindo di Zona Aman

Polemik pengeboran sumur baru yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas Inc terus berlanjut, meskipun Dinas ESDM Sidoarjo telah mengonfirmasi jarak lokasi pengeboran dari pusat semburan tergolong aman.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 18 Januari 2016  |  19:31 WIB
Sejumlah wisatawan melihat seratus patung sisa peringatan 8 tahun semburan lumpur lapindo yang ada area tanggul penahan lumpur Porong, Sidoarjo, Jawa Timur - Antara
Sejumlah wisatawan melihat seratus patung sisa peringatan 8 tahun semburan lumpur lapindo yang ada area tanggul penahan lumpur Porong, Sidoarjo, Jawa Timur - Antara

Bisnis.comJAKARTA--Polemik pengeboran sumur baru yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas Inc terus berlanjut, meskipun Dinas ESDM Sidoarjo telah mengonfirmasi jarak lokasi pengeboran dari pusat semburan tergolong aman.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Handoko Teguh Wibowo mengutarakan rencananya pengeboran sumur baru akan dilakukan di Desa Kedungbanteng. Plt Bupati Sidoarjo dan Kapolres Sidoarjo pun mengaku telah melakukan sosialisasi dan mendapat restu warga setempat.

Namun, sambungnya, situasi dilaporkan berbalik pada hari ketiga setelah peralatan berat didatangkan di sekitar lokasi. Pasalnya, muncul opini bahwa lokasi pengeboran sumur yang baru terlalu dekat dengan pusat semburan lumpur Lapindo.

"Tugas saya sebagai peneliti adalah menyampaikan hasil penelitian saya. Jika banyak yang mempertanyakan saya tentang itu, saya akan tunjukkan datanya dari tahun ke tahun," ujar lulusan magister Geologi Oregon University di Amerika itu, Senin (18/1/2016).

Dia menegaskan hasil penelitiannya itu telah dipublikasikan di jurnal internasional pada 2010. Pada 2012 saya juga mempresentasikannya di seminar internasional. Namun, kok baru sekarang ributnya?"

IAGI Jatim juga menyampaikan empati kepada korban lumpur yang hingga kini masih trauma dan mungkin masih ada haknya yang belum dibayarkan. Namun, di luar hal itu dirinya harus menyampaikan hasil penelitian riil yang sebenarnya.

"Sebenarnya kalau ngomong tentang daerah yang masuk zona patahan atau bahaya itu justru sumur Ngunut 19. Tapi tidak terjadi semburan karena kedalamannya tak sampai sedalam lumpur yang ada saat ini, yakni sekitar 3 km. Apalagi dengan sumur pengeboran baru yang akan digali 1 km kedalamannya," tegasnya.

Menurutnya, sebenarnya 2006 telah dilakukan pengeboran 200 meter dari pusat semburan lumpur. Di mana pengeboran ini dilakukan sedalam 3,5 km untuk memasukkan semen ke sumber semburan. Meskipun dekat dengan pusat semburan justru sama sekali tak ada semburan gas apalagi lumpur, karena kawasan itu bukan wilayah patahan.

"Artinya, walaupun jaraknya dekat tapi bukan masuk wilayah patahan akan aman. Namun kalau jaraknya jauh sekalipun dari sumber lumpur, jika itu termasuk kawasan yang dilalui patahan, akibatnya akan fatal. Hal ini yang seharusnya dipahami masyarakat sehingga tidak terjadi ketakutan apalagi kepanikan yang berlebihan."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iagi lumpur lapindo geologi lapindo
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top