Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PAKAR: Sagu Alternatif Swasembada Pangan

Pakar bioteknologi dan agroteknologim Nadirman Haska mengatakan sagu mampu menjadi solusi menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Desember 2015  |  03:20 WIB
PAKAR: Sagu Alternatif Swasembada Pangan
Sagu, sumber pangan dan energi. - Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, KAIS - Pakar bioteknologi dan agroteknologim Nadirman Haska mengatakan sagu mampu menjadi solusi menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan.

"Sagu tidak memerlukan lahan yang luas dan mampu tumbuh tanpa perawatan intensif, yang terpenting adalah memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, mudah dicerna," kata Haska, di Kais, Papua, Kamis (31/12/2015).

Untuk menjadikan sagu sebagai makanan pokok seluruh Indonesia memang tidak mudah, namun jika sudah dibiasakan maka kualitasnya sebenarnya lebih bagus daripada nasi, karena mudah dicerna.

Dia berpendapat bahwa setidaknya untuk wilayah timur Indonesia saja, jika semua mengkonsumsi sagu maka swasembada pangan bisa tercapai. "Tidak perlu mengirim beras miskin ke timur, khususnya Papua, karena biaya mahal dan kualitas beras kurang bagus, lebih baik dana tersebut untuk mengembangkan sagu menjadi kualitas baik," katanya.

Menurut data sebanyak 1,4 juta hektar ada di Indonesia dari sebaran 2,2 juta sagu yang ada di dunia, dan khususnya 1,2 juta pohon sagu tumbuh di Papua. "Sebanyak 95% sagu di Papua tumbuh secara alami dan belum dimanfaatkan, sedangkan 5% sudah dimanfaatkan," katanya.

Provinsi Papua, kata Haska, memiliki potensi 8 juta ton sagu alami (tumbuh tanpa dirawat petani) yang belum dimanfaatkan untuk diolah sebagai makanan pokok ataupun tepung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sagu swasembada pangan

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top