Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Panser Badak Bisa Diproduksi 30 Unit Pertahun

PT Pindad (Persero) memastikan dapat memenuhi permintaan Panser Kanon 90mm Badak untuk kebutuhan TNI Angkatan Darat, berapapun jumlah pesanannya.
Abdalah Gifar
Abdalah Gifar - Bisnis.com 14 Desember 2015  |  14:35 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) melihat-lihat tank produksi PT Pindad di Divisi Senjata PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/1). Presiden mendorong berkembangnya industri alustista produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.  - ANTARA
Presiden Joko Widodo (tengah) melihat-lihat tank produksi PT Pindad di Divisi Senjata PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/1). Presiden mendorong berkembangnya industri alustista produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pertahanan nasional. - ANTARA

Bisnis.com, BANDUNG—PT Pindad (Persero) memastikan dapat memenuhi permintaan Panser Kanon 90mm Badak untuk kebutuhan TNI Angkatan Darat, berapapun jumlah pesanannya.

Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim mengatakan setidaknya saat ini tidak kurang dari 25- 30 panser Badak bisa diproduksi setiap tahunnya dari pabrik Pindad di Bandung.

"Kapasitas produksi ini bisa kami tambahkan untuk menyesuaikan dengan peningkatan permintaan dari TNI AD atau Kementerian Pertahanan,” ujarnya, Senin (14/12/2015).

Pindad mulai memperkenalkan purwarupa Badak dalam kegiatan pameran IndoDefence 2014 di Jakarta. Kendaraan tempur ini dirancang sebagai program lanjutan pengembangan varian Panser Anoa sekaligus menjembatani kebutuhan fungsi penggempuran oleh TNI AD di lapangan.

Badak dimodifikasi dengan mesin diesel 6 silinder berkekuatan 340 tenaga kuda, monocoque body yang bisa menahan tembakan amunisi hingga 12,7 mm, dan penggunaan teknologi double wishbone independent suspension untuk menjaga kestabilan kendaraan saat menembakkan kanon 90 mm-nya.

Dalam proses pengembangan Panser Badak, awak Pindad bekerjasama dengan CMI Defence untuk memperoleh keahlian dalam manufaktur turret 90mm sebagai bagian dari proses transfer of technology (ToT).

“Para staf kami yang terlibat dalam program manufaktur turret 90mm telah menyelesaikan proses pelatihan dan mulai kegiatan manufaktur di Pindad, jadi produk kendaraan dansenjata utama Badak di fase produksi massal nanti merupakan karya anak bangsa,” tutur Silmy.

Setelah lolos uji tembak, Panser Kanon 90mm Badak akan menjalani beberapa mata pengujian lain seperti uji laboratorium dan uji jelajah eksternal yang akan dilaksanakan bersama Dislitbang AD.

Silmy mengharapkan dengan hasil pengujian yang maksimal, Panser Kanon 90 mm Badak dapat menjadi salah satu produk unggulan Pindad di masa depan dan menjadi kebanggaan TNI dan bangsa Indonesia.

Regional Director for Asia and Indonesia Patrick Ledig dari CMI Defence turut menyampaikan apresiasinya pada hasil kerja tim Pindad.

“Para staf ahli kami yang ikut hadir dari Belgia bekerjasama dengan Dislitbang TNI AD telah memastikan bahwa selama proses uji tembak kondisi kendaraan atau platform Badak terlihat stabil,” katanya.

Selain mulai memproduksi Badak, di triwulan 1 tahun 2016 Pindad juga akan memperkenalkan produk senjata baru kepada publik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pindad panser barakuda tank
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top