Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Turis Pacu Pertumbuhan Real Estate di Negara Berkembang

Peningkatan jumlah turis ke negara-negara berkembang telah mendukung pertumbuhan real estat di pasar berkembang.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 28 September 2015  |  20:20 WIB
Turis Pacu Pertumbuhan Real Estate di Negara Berkembang
Pengerjaan proyek apartemen. - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, SAMARINDA - Peningkatan jumlah turis ke negara-negara berkembang telah mendukung pertumbuhan real estat di pasar berkembang di daerah-daerah.

Kian Moini, Co-Founder dan Managing Director of Lamudi, mengatakan bisnis pariwisata telah mendorong perkembangan pembangunan-pembangunan real-estate besar di dunia. Karena semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, negara berkembang lain seperti Sri Lanka dan Meksiko, turut mengembangkan infrastruktur mereka untuk tidak hanya menangani kapasitas, tapi untuk menarik lebih banyak pengunjung.

“Dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia 2015 yang jatuh pada tanggal 27 September kemarin, Lamudi mengeksplorasi bagaimana pariwisata mempengaruhi real estate di negara berkembang,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, pada Senin (28/9/2015).

Dia mengatakan ketika wisatawan semakin banyak, terjadi peningkatan permintaan pengembangan baru termasuk restoran, gerai ritel, dan hotel mewah. Moini mengutip data dari Dinas Pariwisata Bali yang mengungkapkan bahwa pada 2014 Bali menyambut 3,76 juta wisatawan, meningkat 14,89% dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, menurut Wealth Report 2015 yang dirilis oleh Knight Frank, harga real estat mewah telah meningkat 15% dari tahun ke tahun. Sebagai hasil dari pertumbuhan pariwisata, jumlah investor yang tertarik pada potensi daerah semakin meningkat, berinvestasi dalam pengembangan properti komersial dan residensial untuk mengakomodasi masuknya wisatawan.

"Pasar negara berkembang terus menghadirkan pilihan destinasi baru, seiring pariwisata menjadi semakin terjangkau di negara-negara ini bila dibandingkan dengan negara-negara yang sudah maju. Akibatnya, pengembang real estate harus beradaptasi dan membuat proyek baru untuk memenuhi permintaan, "kata Moini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti turis
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top