Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengapa Dampak Stimulus ECB Tak Sebesar the Fed?

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyampaikan dampak stimulus moneter bank sentral Eropa (ECB) tidak sebesar manuver serupa yang dilakukan Amerika Serikat beberapa tahun lalu.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 13 Mei 2015  |  15:29 WIB
Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyampaikan dampak stimulus moneter bank sentral Eropa (ECB) tidak sebesar manuver serupa yang dilakukan Amerika Serikat beberapa tahun lalu. 
 
Menurutnya, ketika pelonggaran kuantitatif dilakukan the Federal Reserve mulai 2009, dunia sedang tidak mengalami kontraksi ekonomi. Ekonomi China, negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar setelah Amerika Serikat, saat itu masih ekspansi. 
 
Akibatnya, harga komoditas melesat luar biasa. Indonesia yang ekspornya mengandalkan komoditas kecipratan dampak. Neraca perdagangan 2011 surplus hampir US$24 miliar atau naik 50% dari tahun sebelumnya. 
 
Saat ini, dampak quantitative easing ECB dan Bank of Japan (BoJ) tergeser oleh normalisasi kebijakan moneter the Fed yang menarik stimulus moneter sejak 2014 dan berencana menaikkan suku bunga dari tingkat ultrarendah 0,25%.
 
"Hari ini, walaupun ada guyuran dari Eropa, Jepang, ada istilahnya 'vacuum cleaner', AS menarik kembali dolarnya yang beredar di mana-mana. Jadi, tidak ada dampak seperti 2009-2011. Ya netral saja, dan yang paling kena adalah emerging economy," ujar Bambang, Rabu (13/5/2015).
 
Volatilitas pasar keuangan di negara berkembang tinggi di tengah perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu yang menjatuhkan harga komoditas. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ecb harga komoditas the federal reserve normalisasi the fed
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top